Pasar Seni dan Lapangan Merah Disulap Jadi RTH

img
Konferensi pers di Ruang Sungkai Balai Keratun, kompleks Pemprov Lampung, Senin (4/9). Foto: Ira Widya

Harianmomentum--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan menyulap Pasar Seni dan Lapangan Merah di Enggal menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain membuat ruang publik, alasan lain membangun RTH, yakni guna mengubah image negatif di kawasan Lapangan Merah Enggal, Kota Bandar Lampung.


Demikian disampaikan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pengelolaan Sumber Daya Air Lampung Edarwan saat konferensi pers di Ruang Sungkai Balai Keratun, kompleks Pemprov Lampung, Senin (4/9).


“Kami saksikan sendiri bahwa lapangan (merah) itu, mohon maaf, kalau malam hari kadang menjadi persoalan. Tempat berkumpul orang-orang atau kelompok yang mungkin kita semua tidak sependapat kalau itu disebut tempat yang kumuh dan negatif pandangannya. Karena itu, kami ingin mengubah kondisi yang negatif ini menjadi kondisi yang positif, yaitu dengan membangun RTH,” kata Edarwan.


Dia mengatakan, program pembangunan RTH tersebut dipastikan berjalan. Sebab, telah tersedia anggarannya. Saat ini, pembangunan RTH sedang dalam proses tender. Sehingga tidak akan lama lagi akan diperoleh investor yang akan menangani proyek itu.


“Mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ditetapkan siapa investor yang layak, baik secara teknis maupun hal lain yang profesional dalam bidangnya. Kami beri kesempatan membangun kawasan terbuka hijau,” ujarnya.


Lebih lanjut Edarwan mengungkapkan,  nantinya pembangunan proyek tersebut berlangsung dalam dua tahap, yakni pada 2017 dan 2018. Untuk tahap pertama, menggunakan APBD murni 2017 sekitar Rp7 miliar.


“Tahun ini akan berakhir pada Desember mendatang dengan anggaran murni. Untuk tahun depan anggarannya akan masuk perencanaan,” ungkapnya.


Tenaga Ahli Bidang Perencanaan Provinsi Lampung Mahir Jahja Bajasut mengatakan, pembangunan RTH yang akan diberi nama 'Taman Gajah' seluas 15.000 meter persegi ini akan menjadi sebuah landmark baru Kota Bandar Lampung. (ira)

Leave a Comment