Karena Malin Telah Jadi Perahu, Petuah untuk Semua

img
Isbedy Stiawan ZS membacakan Puisi Karena Malin Telah Jadi Perahu

Harianmomentum.com--Tapi, ibu, usah sumpahi malin seperti itu. Malin tak mau, tak elok jadi batu. Karena malin telah jadi perahu.Berlayar selalu ke jatimu.. 


Kutipan bait puisi berjudul Karena Malin Telah Jadi Perahu itu melantun tegas bernada ratapan, menggema di Theater Terbuka Taman Budaya Padang Sumatera Barat, Rabu malam (7/2).Puisi itu diciptakan, sekaligus dibacakan Isbedy Stiawan ZS. 


Sastrawan berjuluk Paus Penyair Lampung itu tampil memukau pada Parade Baca Puisi Wartawan Indonesia yang menjadi rangkain agenda peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2018 di Kota Padang, Sumatera Barat. 


Puisi berjudul Karena Malin Telah Jadi Perahu yang dibawakan Isbedy Setiawan ZS itu, menyiratkan nasihat bagi kita semua, khususnya para orang tua. 


Puisi itu berpesan agar kita semua lebih bijak menyikapi segala persoalan. Tak perlu mengeluarkan serapah dan kutuk pada suatu kehilafan, bahkan kedurhakaan sekali pun, seperti malin yang dikutuk menjadi batu. 


Mengapa kita harus mengutuk, bukankah memaafkan lebih mulia dari pada menghukum. 


Selain, Karena Malin Telah Jadi Perahu, pada Parade Baca Puisi Wartawan Indonesia itu Isbedy juga membawakan dua puisi lain berjudul: Menuju Timur dari Kayu Kolek dan Ampangan Awan Dan Hujan Adalah Katakata.(mnz)

 
 


Leave a Comment