Lewat Krui Kecahko, Warga Amerika Galang Kesadaraan Bersihkan Pantai di Pesisir Barat

img
Zane Thomas Redman warga negara asing (WNA) asal California, Amerika Serikat mengangkut karung-karung sampah yang dikumpulkan dari Pantai di Kabupaten Pesisir Barat

Harianmomentum.com--Memiliki  panjang garis pantai 210 kilometer, menjadikan Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar)sebagai destinasi (tujuan) wisata utama di Provinsi Lampung. Keindahaan pantai Kabupaten Pesisir Baragt sudah dikenal hingga mancanegara.

Konon, ombak pantai di Kabupaten Pesisir Barat menjadi salah satu yang terbaik di dunia untuk olahraga surfing. Maka tak heran, jika pada waktu-waktu tertentu, ratusan pecinta surfing dari berbagai penjuru dunia datang ke kabuapten termuda di Provinsi Lampung itu untuk "berburu ombak."

Seiring berjalanya waktu, cerita tentang keindahan patai-pantai di Kabupaten Pesisir Barat mengundang kedatangan para pelancong dari berbagai daerah di Lampung dan Indonesia.

Dari aspek pembangunan bidang pariwisata, kedatangan para pelancong itu mungkin menjadi hal yang sangat baik. Namun, dari sisi kelestarian lingkungan, perlu mendapatkan perhatian khusus.

Rendahnya kesadaran para pelancong dan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, menimbulkan maslah baru. Tak ayal, sejumlah pantai di kabupaten tersebut sering dipenuhi sampah.

Zane Thomas Redman warga negara asing (WNA) asal California, Amerika Serikat yang sudah 21 tahun tinggal di Kabupaten Pesisir Barat merasa prihatin atas kondisi tersebut.

Melalui komunitas peduli lingkungan "Krui Kecahko" (Bersihkan Krui) yang dibentuknya, Zane menggalang kepedulian para pelajar dan masyarakat untuk melakukan aksi bersih-bersih pantai.

Ratusan pelajar yang tergabung dalam komunitas "Krui Kecahko"  aksi bersih-bersih pantai di Kabupaten Pesisir Barat 

"Aksi bersih-bersih pantai ini, kegiatan rutin setiap dua bulan sekali. Hari ini ada lebih kurang 900 orang pelajar dan masyarakat yang ikut aksi bersih-bersih pantai," kata Zane  yang sudah sangat fasih berbahasa Indonesia itu pada harianmomentum.com, Sabtu (01/08/2018).

Zane merasa bangga dengan semakin banyaknya pelajar dan masyarakat yang berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih pantai.

"Sekarang makin banyak orang yang ikut bersih-bersih pantai. akhir tahun lalu (Desember 2017), kami berhasil mengumpulkan dua dum truck sampah dari pantai. Tapi hari ini, karung-karung yang dibawa para pelajar itu banyak yang kosong, tak terisi sampah. Ini artinya masyarakat makin sadar untuk tidak membuang sampah sembarang. Saya bangga," ungkapnya.

Dia berharap, kelak masyarakat dan wisatawan yang datang ke Kabupaten Pesisir Barat semakin sadara terhadap pentingnya  menjaga kebersihan dan kelestarian  lingkungan.

"Krui Kecahko akan terus menjadi motor utama menggugah kesadaran masyarakat dan wisatawan yang datang ke sini, untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan," harapnya. (asn)



Leave a Comment