Tahun Politik, Agung Ajak Masyarakat Perangi Berita Bohong

img
Dialog antarumat beragama di Kotabumi. Foto. Yansen.

Harianmomentum.com--Para tokoh agama diharapkan ikut berperan dalam mensukseskan pemilu 2019, salah satunya dengan memerangi berita bohong atau hoax. 

Ajakan itu disampaikan Bupati Lampung Utara (Lampura), Agung Ilmu Mangku Negara, saat membuka dialog antarumat beragama di Kotabumi, Rabu (10/10). 

Pada tahun politik ini, banyak beredar berita bohong yang dinilai dapat memecah belah bangsa. Karena itu, dia mengajak masyarakat berkomitmen memerangi hoax.

Menurut dia, perbedaan dan keragaman merupakan fitrah dari Tuhan untuk saling melengkapi dan bersatu bukan untuk berpecah belah. 

"Bangsa ini ada karena keberagaman agama, suku, ras dan bahasa. Mereka menginginkan Indonesia itu ada. Jadi, perbedaan adalah alat pemersatu bukan pemecah. Dulu kita bersatu atas perbedaan mengapa saat ini justru mudah terpecah. Apa perlu kita dijajah lagi biar bersatu kembali,' serunya

Pancasila dibentuk sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang terdiri dari keberagaman yang ada. Sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa berarti dasar negara kita yakni percaya adanya Tuhan secara otomatis penduduknya beragama.

Namun demikian, dia juga tidak ingin adanya aliran-aliran menyimpang yang mengatasnamakan agama tertentu padahal ajarannya jauh tidak sesuai dengan ajaran agama yang didompleng oleh aliran sesat tersebut. 

"Kita juga bertugas untuk meluruskan dan menginsyafkan orang-orang yang menganut ajaran sesat," kata dia.

Pada kesempatan itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampura, Sihul Ali mangatakan dialog antar ummat beragama perlu secara rutin dilakukan untuk menjaga kerukunan dan kedamaian hidup di tengah-tengah masyarakat. 

"Yang dirukunkan bukan aqidah dan ibadah melainkan aspek kehidupan masyarakat yang damai, tentram dan aman penuh harmoni," ujarnya.

Acara yang digelar FKUB Lampura, itu dihadiri Kapolres Lampura, AKBP. Eka Mulyana, Kajari, Sunarwan, Kepala Staf Kodim 0412 Mayor. Inf. Afrizal, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan berbagai ormas Islam dan agama yang ada di kabupaten setempat serta perwakilan dari kantor Kementrian Agama Provinsi Lampung. (Ysn).



Leave a Comment