Tinjau Pembangunan Komplek Perkantoran, Ini Kata Bupati Pesibar

img
Bupati Agus Istiqlal memberikan keterangan pers usai meninjau lokasi pembangunan komplek perkantoran.

Harianmomentum.com--Bupati Agus Istiqlal meninjau lokasi pembangunan komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat, Kamis (11/10).

Dalam kunjungannya, bupati didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Jalaludin serta perwakilan PT Nindya Karya, Bupati Agus Istiqlal melihat beberapa titik serta konstruksi bangunan yang masih terus dikebut itu.

Bupati mengatakan keterlambatan dalam pengerjaan pembangunan komplek perkantoran tersebut, karena faktor alam yang tidak dapat diprediksikan. "Faktor alam yang cukup menghambat dan itu tidak bisa kita lawan, namun tetap selesai 2019," ungkapnya.


Meskipun demikian, Agus tetap menargetkan bahwa proyek 'multiyears' itu selesai 100 persen pada 2019 mendatang. "Tahun depan sudah selesai pembangunannya dan sudah bisa digunakan," terang dia.

Agus juga meminta DPUPR segera melakukan tahapan-tahapan untuk pembangunan masjid agung, yang nantinya akan dibangun pada tengah-tengah komplek tersebut. "DPUPR segera menyusun perencanaannya dan persiapan lainnya untuk pembangunan masjid agung," tambah Bupati.

Agus juga memproyeksikan komplek perkantoran Bupati dan DPRD tidak hanya menjadi pusat pemerintahan bagi eksekutif dan legislatif. "Komplek perkantoran bupati dan DPRD harus bisa menjadi wajah pariwisata. Dengan begitu, masyarakat bisa ikut menikmatinya sebagai lokasi pariwisata," pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan PT Nindya Karya, Budi mengatakan, saat ini realisasi pengerjaan konstruksi bangunan kantor bupati mencapai 65 persen. "Kami sangat optimistis mampu menyelesaikan kontrak hingga 100 persen pada batas waktunya yakni akhir Desember tahun ini," kata Budi.

Menurut dia, kendala terbesar yang cukup menghambat proses pengerjaan dimaksud yakni kondisi lahan yang tanah keras yang nyaris sama dengan batu. "Itu kendala besarnya dan memang cukup menyita waktu. Akan tetapi kendala tersebut bertahap bisa kami atasi, dengan dukungan tenaga kerja sebanyak 90 orang kami yakin kontrak kami bisa selesai maksimal," tandasnya.(asn)



Leave a Comment