Aktif Bina Petambak Udang, PT CPP Group Koordinasi Normalisasi Kanal

img
Foto bersama perwakilan PT CPP Group dengan pegawai Bappeda Lampung./ist

Harianmomentum.com--PT CPP Group aktif memberikan pembinaan serta edukasi/pendidikan kepada petambak udang di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Perusahaan pun melakukan koordinasi terkait normalisasi kanal guna pengairan lahan tambak. 

"Salah satu upaya yang kita lakukan adalah membangun mini lab yang bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan kerugian petambak. Jika tidak ada mini lab, seperti kita mengerjakan sesuatu yang tidak dipahami serta tanpa ada faktor pendukung," kata Supardi Effendi, Manager HC/GA Lower Sumatera PT CPP Group, kepada harianmomentum.com, Sabtu (3/11).

Dengan adanya mini lab, menurut dia, petambak dapat lebih waspada karena sudah mengetahui kisaran untung serta rugi yang mungkin diterimanya.

Hal itu, kata dia, sebagai bentuk kepedulian perusahaan guna membantu petambak udang dalam bidang ekonomi masyarakat.

Mini lab dinilai sangat efektif untuk para petambak. Selain bersifat preventif, juga dapat meningkatkan efisiensi bagi petambak.

“Karena udang itu bersifat sederhana dan kemungkinan yang akan didapat yakni kerugian pada para petambak ke depan. Sehingga Mini Lab bisa mengantisipasi kerugian dengan kuratif, termasuk pengobatan penyakit pada udang,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Bappeda Provinsi Lampung terkait pendangkalan saluran kanal. "Pendangkalan akibat lumpur di kanal sangat menyulitkan petambak untuk memperoleh air guna mengairi tambaknya," kata dia.

Untuk itulah, dia melanjutkan pada Kamis (1/11) lalu PT CPP Group secara langsung berkoordinasi soal tersebut dengan instansi terkait.

"Normalisasi saluran air pertambakan sangat diharapkan bagi pelaku bisnis udang di Lampung Timur, maka kita perlu memfasilitasinya dan berkoordinasi dengan Bappeda Lampung," ujar Supardi Effendi.

Harapannya, masih menurut dia, kelak normalisasi dapat dilaksanakan agar petambak tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengairi lahan tambaknya.(rls/red)



Leave a Comment