Unjuk Kreativitas, Pelajar SMPN 4 Pringsewu Gelar 'Market Day'

img
Kadisdik Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi borong jajanan dan makanan yang dijajakan siswa pada Market Day di SMPN 4 Pringsewu./Sulis

Harianmomentum.com--Unjuk kreativitas, pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Pringsewu menggelar kegiatan 'Market Day'.

Kegiatan bertemakan 'Wujudkan generasi aktif dan mandiri bersama lingkungan', dilaksanakan di lingkungan sekolah setempat, Rabu (07/11).

Penampilan berbagai kreativitas siswa SMPN 4 seperti aneka kerajinan, penjualan jajanan tradisional dalam 25 lapak serta ajang bakat seni budaya memeriahkan Market Day tersebut. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pringsewu, Heri Iswahyudi didampingi Kadis PPPAPPKB Kabupaten Pringsewu Nazri, Kepsek SMPN 4 Rahmanto, meninjau satu persatu lapak dagangan siswa yang menjual aneka panaganan jajanan yang higenis di teras kelas masing-masing siswa.

Kadisdikbud pun menyempatkan berbelanja dagangan yang disinggahinya, karena merasa bangga dengan kreativitas anak-anak itu. "Saya sangat senang dengan kreativitas anak-anak. Hampir semua lapak saya jajanan yang disuguhkan, mulai jajanan ringan hingga makanan pecel lontong dan sate," ujar Heri Iswahyudi.

Dia mengaku bangga dan mengapresiasi kegiatan Market Day gelaran perdana di SMPN 4 Pringsewu. "Semoga agenda ini dapat digelar rutin, atau minimal tiga hingga enam bulan sekali. Saya juga berharap agenda positif ini juga bisa diikuti sekolah lainnya," kata dia.

Masih menurut dia, Market Day merupakan pembelajaran bagi para siswa-siswi untuk belajar berinovasi dalam berbisnis dan berwira usaha jual beli. "Saya yakin, ini pembelajaran yang sangat baik, karena bakal merupakan sebagai bekal kehidupan dimasa mendatang agar menjadi wirausaha yang sukses," ungkap Heri.

Kepala SMPN 4 Pringsewu Rahmanyo memaparkan, agenda ini akan dilaksanakan minimal enam bulan sekali. "Kita tinggal melihat perkembangan dan antusias para siswa-siswi dan para pembelinya, jika memungkinkan, kita laksanakan tiga bulan sekali," jelasnya.

Menurutnya program ini merupakan salah satu pembelajaran ilmu non akademik yakni menerapkan pendidikan kecakapan hidup dan literasi keuangan kususnya para siswa-siswinya. Yakni bagaimana cara metode berjualan yang baik, membukukan dan menganalisis dagangan laku dan tidak laku.

"Namun yang lebih penting lagi memberi pembelajaran yang baik,  ternyata betapa sulitnya untuk memperoleh uang, yang selama ini hanya minta dari orang tuanya," ujar Rahmanto.

Dia juga menambahkan, ada beberapa kemampuan atau ketrampilan yang dapat dibangun atau ditumbuhkan melalaui kegiatab Market Day, seperti pelajar dituntut bisa menghitung kembalian dan untung ruginya dagangan yang dijual.

"Serta mengasah keterampilan aritmatis atau matematis-nya. Juga anak-anak dituntut untuk bisa menawarkan atau memasarkan barang dagangannya. Dalam hal ini, mereka sedang diasah keterampilan marketingnya," imbuh Rahmanto.

Sedang Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) Kabupaten Pringsewu Nazri juga mengapresiasi Market Day yang dianggap dapat memberikan pembelajaran kepada para pelajar untuk berwirausaha.

"Jika mendapat keuntungan maka dagangan itu harus dipertahankan kualitasnya agar pembeli tetap meminatinya," kata dia.

Namun, jika dagangan kurang laku atau rugi, maka harus dievaluasi letak kekurangan dan kelemahannya. "Jadi jangan pesimis dulu jika dagangan kurang laku," pinta Nazri.

Dengan evaluasi itu, akan didapatkan sebuah pengalaman yang berharga sehingga tidak akan mengalami kerugian yang sama

"Pengalaman yang baik ini akan termotivasi untuk menjadi pengusaha dan wirausahawan yang sukses dikemudian hari," pungkas Nazri.

Nampak hadir pada agenda itu Pengawas Manegerial Disdikbud Rosdiana,  pihak pendamping dari L-Pamas dan Child Fund, jajaran Komite dan dewan guru SMPN 4 dan sejumlah wali murid.(lis)





Leave a Comment