Dosen Darmajaya Berbagi Pengalaman Pasca Vaksinasi Covid-19

img
Dosen Pascasarjana IIB Darmajaya Khaidarmansyah, saat mengajar mata kuliah istem Pengendalian Manajemen melalui virtual. Foto: dok

MOMENTUM, Bandarlampung--Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya turut serta dalam vaksinasi corona virus disease 2019 (covid-19) gelombang pertama di Kota Bandarlampung.

Dia adalah Khaidarmansyah, dosen Pascasarjana IIB Darmajaya yang juga Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandarlampung.

Khaidarmansyah adalah satu dari beberapa pejabat pemerintahan di Kota Bandarlampung yang ikut divaksin covid-19 pada Jumat (15-1-2021).

Pria yang akrab disapa Pak Khaidar itu menuturkan, 30 menit pasca menerima vaksin, tubuhnya masih dalam keadaan normal. 

"Setelah disuntik ditunggu 30 menit, Alhamdulillah tidak ada reaksi di tubuh. Waktu itu sebelum salat Jumat, belum ada masalah," tuturnya, menjawab pertanyaan seorang mahasiswi.

Hal itu disampaikan Pak Khaidar ketika membuka perkuliahan di kelas Pascasarjana (S2) IIB Darmajaya, mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen melalui virtual, Jumat malam (22-1).

Meski setengah jam pasca vaksinasi tubuh Pak Khaidar dalam keadaan normal, namun tidak demikian setelah beberapa jam berlalu.

"Habis salat Jumat agak keliyengan. Terus saya istirahat. Menjelang salat Magrib, badan saya panas," ungkapnya.

Sangking panasnya suhu tubunya, sampai-sampai sang istri kaget. 

"Sempat ditanya istri. Kata saya tidak apa-apa, karena itu lagi pembentukan antibodi," tuturnya.

Untungnya, beberapa jam kemudian suhu tubuh Pak Khaidar sudah mulai stabil. 

"Malamnya sudah stabil. Sampai sekarang Alhamdulillah tidak apa-apa. Sudah normal," ungkap pria asli Padang itu.

Menurut Pak Khaidar, vaksinasi covid-19 dilakukan sebanyak dua kali. "Empat belas hari setelah vaksin pertama akan divaksin lagi untuk kedua kalinya," ujarnya.

Sebelumnya dia menjelaskan bahwa vaksinasi tahap pertama difokuskan untuk para tenaga kesehatan. Tapi pada saatnya nanti, vaksinasi tersebut akan diberikan pada seluruh warga di Indonesia, termasuk Lampung.

"Untuk awal ini ditujukan pada tenaga kesehatan. Sedangkan yang diperuntukkan bagi pejabat publik itu adalah sebagai bentuk pemberian motivasi pada masyarakat," ucapnya.

Lebih lanjut Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pernah mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi S-2 dan S-3 dari Pemerintah Provinsi Lampung itu menegaskan, vaksinasi amatlah penting.

"Kalau sudah divaksin, Insyallah tidak terpapar lagi. Vaksin inikan disampaing untuk diri kita, juga untuk orang-orang disekitar kita juga. Karena kalau saya terpapar, besar kemungkinan keluarga saya dan rekan-rekan saya bisa ikut terpapar," terangnya.

Untuk itu, Khaidar mengajak warga Provinsi Lampung, khusus Kota Bandarlampung untuk tidak sungkan-sungkan menerima vaksin, jika saatnya tiba.

"Sampai sekarang covid-19 ini belum bisa dikendalikan. Bahkan PSBB untuk Jawa dan Bali diperpanjang. Mudah-mudahan vaksin ini bisa memutus mata rantai covid-19," harapnya.(**)

Laporan/Editor: Agung Chandra Widi



Leave a Comment