GRANAT Desak Polda Lampung Usut Kasus Michael Mulyadi

img
Ketua Granat Lampung Tony Eka Chandra saat memimpin rapat menanggapi kasus keteledoran petugas dalam penanganan pengguna narkoba di Bandarlampung.Foto:ist

Harianmomentum.com--Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Lampung mendesak Kepolisian Daerah (Polda) setempat untuk mengusut tuntas kasus Michael Mulyadi (34) yang ditangkap di Hotel Amalia pada Minggu (28/1) lalu.


Alasannya, pada penangkapan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung itu diduga barang bukti berkurang dan pelaku berhasil melarikan diri.


Ketua DPC GRANAT Bandarlampung Gindha Ansori Wayka menilai adanya keteledoran petugas kepolisian pada kasus Michael Mulyadi yang kembali tertangkap di Lampung Selatan.


Untuk itu, dia meminta Kepala Polda Lampung Irjen Pol Suntana untuk memberikan klarifikasi terkait kasus Michael Mulyadi yang diduga ada keterlibatan oknum.


"Berapa jumlah barang buktinya saja terkesan simpang siur, kemudian pelakunya juga bisa kabur. Untuk itu kami meminta Kapolda Lampung untuk segera membuat klarifikasi atas kasus yang menjadi pertanyaan masyarakat ini," jelas Ansori, Kamis (8/2) malam.


Ansori juga mengatakan, DPD GRANAT Lampung saat ini sedang merumuskan langkah-langkah yang akan diambil dalam menyikapi persoalan tersebut.


Dia menyatakan, GRANAT akan melayangkan surat kepada Presiden RI, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Ketua Umum DPP GRANAT, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Ombudsman.


Selain itu, dia mendesak Polda Lampung untuk mengusut tuntas kasus Michael Mulyadi dan mengevaluasi oknum Ditreskrimum.


"Kami meminta Kapolda Lampung untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum petugas yang teledor, dan bukan hanya itu saja, keberadaan Hotel Amelia yang kembali menjadi tempat kejadian perkara kasus Narkoba juga perlu diperingatkan oleh pemerintah," tegasnya.


Terpisah, Ketua DPD GRANAT Lampung Tony Eka Candra menjelaskan, jika persoalan narkoba ini terus dibiarkan, maka bangsa ini akan tinggal kenangan, menjadi bangsa yang lemah, dan secara ekonomi akan terjajah oleh bangsa asing, dan sumber daya sumber daya alam serta sumber daya ekonomi Indonesia akan dikuasai oleh bangsa asing.


Sebab itu, Lanjut Tony menggimbau dan mengajak segenap komponen masyarakat dan organisasi yang konsen terhadap penanggulangan, pencegahan dan penyalahgunaan narkoba, untuk merapatkan barisan dalam memberantas dan memerangi sindikat narkoba, yang merupakan musuh bangsa dan musuh umat manusia.


“Mari kita segenap lapisan Masyarakat Bangsa Indonesia, untuk saling bahu membahu, saling bergandengan tangan berjuang bersama berantas, perangi dan hancurkan sindikat dan jaringan pengedar narkoba serta antek-anteknya, sampai Indonesia bebas dari peredaran narkoba dan penyalahgunaan narkoba," ajak Tony.(adw/rls)


Editor: Harian Momentum


Leave a Comment