Tulangbawang Berbenah Mengembalikan Kejayaan Masa Lampau

img
Bupati Tulangbawang Winarti dan Wakil Bupati Hendriwansyah. Foto:ist

Harianmomentum.com--Dalam rangkaian perjalan  sejarah Indonesia, nama Tulangbawang sudah dikenal sejak abad ke-empat masehi sebagai nama sebuah kerjaaan yang pernah berjaya di wilayah  selatan Pulau Sumetera bagian timur.

 

Saat ini nama Tulangbawang diabadikan menjadi nama salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Kabupaten Tulangbawang terbentuk pada tahun 1997, hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung Utara.

 

Sejak berdiri hingga saat ini, Kabupaten Tulangbawang sudah dua kali mengalami pemekaran wilayah. Dimekarkan menjadi Kabupaten Tulangbawang Barat  dan Kabupaten Mesuji.

 

Setelah dimekarkan menjadi Kabupaten Tulangbawang dan Mesuji, saat ini luas wilayah Kabupaten Tulangbawang mencapai lebih kurang  4.385,84 kilometer persegi.


Gerbang kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tulangabawang. Foto:ist 


Secara adminstratif kepemerintahan, Kabupaten Tulangbawang terbagi menjadi  15  wilayah kecamatan , empat kelurahan dan 148 kampung/desa. Jumlah penduduknya lebih kurang 415.309 jiwa.

 

Saat ini kabupaten berslogan Sai Bumi Nengah Nyappur itu dipimpin Bupati  Winarti dan Wakil Bupati Hendriwansyah.

 

Kabupaten Tulangbawang menyimpan beragam potensi sumber daya alam dan manusia yang sangat menjajikan untuk dikembangkan mencapai visi program pembanguna—Tulangbawang Aman, Mandiri dan Sejahtera.

 

Upaya mengoptimalkan pembangunan sumber daya alam di Kabupaten Tulangbawang  dilakukan secara profesional, untuk memaksimal realisasi pendapatan asli daerah (PAD), tanpa mengabaikan pelestarian lingkungan hidup, serta partisipasi masyarakat.

 

Pengembangan potensi sumber daya alam itu, diiring dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkualita untuk mencapai tujuan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat, seperti Kejayaan Tulangbawang dimasa lampau.


universitas Megow Pak Tulangabawang. Foto: ist 


Potensi luas lahan pertanian tanaman pangan (padi)  Kabupaten Tulangbawang mencapai lebih kurang 149.420 hektare, terdiri dari lahan basah 47.315  hektare dan lahan kering 102.104  hektare.

 

Produksi padi sawah Kabupaten Tulangbawang rata-rata mencapain  178.705 ton dari luas areal panen 36.714 hektare. Sedangkan untuk produksi padi ladang (lahan kering) mencapai 21.314,40 ton dari luas areal panen  4.376 hektare.

 

Komoditi pertanian lainya seperti ubi kayu, juga turut memberikan konstribusi besar  pada peningkatan perekonomian masyarakat. Produksi ubi kayu Kabupaten Tulangbawang, rata-rata mencapai 481.329,17 ton dari luas areal panen  20.668 hektare.


Miniatur Candi Prambanan dan rumah adat berbagai daerah, di kompleks taman wisata Cakat Raya, Tulangbawang.. Foto: ist 


Bukan hanya itu, Kabupaten Tulanbawang juga menyimpan beragam potensi wisata: Kota Menggala. Kota tua yang menjadi ibukota Kabupaten Tulangbawang ini menjadi  obyek wisata sejarah yang cukup menarik.

Kota Menggala memiliki keragaman budaya yang berciri khas kebudayaan sungai.   Kehidupan tradisional masyarakat Kota Menggala pun masih sangat terjaga. Menikmati suasana tradisional di Menggala, ada bisa berkunjung ke Pasar Lama dan Dermaga Sungai Tulangbawang.

 

Wisata Cakat Raya. Lokasi wisata ini, bisa dikatakan   Taman Mininya Lampung. Di lokasi obyek  wisata Cakat Raya ada miniatur candi Prambanan dan ruma ada dari  berbagai daerah di Indonesia.


Hamparan tambak udang di Kabupaten Tulangbawang. Foto:ist 


Wisata kampung Tambak di Kecamatan Rawajitu Timur. Di lokasi ini, wisatan bisa mengunjungi  sentra tambak udang terbesar di asia tenggara.


Way (sungai) Tulangbawang. Sungai terbesar di Provinsi Lampung ini menjadi lokasi menarik untuk menykasikan lomba perahu hisas. Dayung dan lomba memancing atau mengarungi aliran sungai dengan perahu nelayan. (red)



Leave a Comment