MOMENTUM, Pringsewu -- Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Pringsewu selama ini berjalan baik, meskipun masih terdapat kekurangan karena keterbatasan.
Namun hendaknya dijadikan pemacu semangat untuk terus berkarya, membangun, serta meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara lebih optimal.
Hal itu ditegaskan oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas pada apel perdana Pemkab Pringsewu hari pertama kerja tahun 2026 di lapangan pemkab setempat, Jumat (2-1-2026).
Riyanto menuturkan, pada program Ngopi Serasi (Ngobrol bareng Bupati Serap Aspirasi), telah 14 kali dilakukan di pekon dan kelurahan. "Program Ngopi Serasi ini semakin membuka paradigma berpikir kami sebagai pemimpin, dan semoga ke depan dapat tercipta ide serta gagasan sehingga ke depan akan semakin baik dan tepat sasaran," ujarnya.
Menurutnya, di bidang ekonomi kreatif, tercipta produk unggulan dan bernilai jual tinggi, seperti produk mocaf (modified cassava flour) atau tepung singkong berlabel 'Selendang Biru’ dari Kabupaten Pringsewu. Serta produk makanan praktis lele siap goreng diberi brand ’Les Go’.
Di bidang infrastruktur, terbangun jalan alternatif lingkar utara Pringsewu dengan total panjang yang direkonstruksi 5,8 Km, kemudian jalur dari Gadingrejo menuju Sukoharjo dan Adiluwih kurang lebih 3,8 Km. "Sedang dari Ambarawa menuju Pagelaran, sebagai aakses utama menuju RSUD Pringsewu, dengan total ruas 3,7 Km,"jelas Bupati Pringsewu.
Selain itu, Pringsewu juga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2024 yang diserahkan pada 2025 lalu. "Serta penghargaan Kabupaten Sangat Inovatif dan Top Pembina BUMD Award 2025 dan beberapa penghargaan lainnya. Semoga kedepan akan semakin banyak lagi program pembangunan yang dapat kita wujudkan," harapnya.
Disisi lain Riyanto Pamungkas pada penyerahan petikan SK Bupati Pringsewu kepada 34 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang telah diangkat kembali, serta 456 PPPK Paruh Waktu, mengharapkan, penerimaan SK ini bukanlah akhir perjuangan.
Namun sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Di era reformasi birokrasi saat ini, ASN, termasuk PPPK, dituntut bekerja profesional, berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan.
Menurutnya, status paruh waktu bukanlah penghalang untuk berkinerja optimal, karena pemerintah daerah menilai berdasarkan kinerja, kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab, bukan status semata. "Jadikan ini sebagai ajang pembuktian bahwa saudara mampu bekerja secara profesional, jujur, dan penuh pengabdian,"harapnya.
Pada apel itujuga dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Sekretaris Daerah M.Andi Purwanto beserta para pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, fungsional dan pelaksana di lingkungan pemkab. (**)
Editor: Muhammad Furqon
