Jembatan Gantung Bumiarum Kini Kembali Aman Dilintasi

img
Jembatan Gantung Pekon Bumiarum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, selesai direnovasi dan kini kembali kokoh serta aman digunakan masyarakat. Foto: Sulistyo.

MOMENTUM, Pringsewu--Kekhawatiran warga saat melintasi Jembatan Gantung di Pekon Bumiarum, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, kini berubah menjadi kelegaan. 

Jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah itu telah selesai diperbaiki dan kembali dapat digunakan masyarakat.

Jembatan sepanjang sekitar 55 meter dengan lebar 1,3 meter yang membentang di atas Sungai Way Sekampung tersebut direnovasi hanya dalam waktu dua hari. Sejumlah bagian yang rusak diperbaiki untuk memastikan jembatan kembali kokoh dan aman dilintasi.

Perbaikan dilakukan setelah Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra turun langsung mengecek kondisi jembatan sekaligus mendengar keluhan warga. Jembatan tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo, sekaligus jalur alternatif menuju Lampung Tengah.

Sejumlah bagian jembatan mendapat perbaikan, terutama kayu penopang yang lapuk dan rusak. Kayu lama diganti dengan material baru berukuran lebih tebal. Bagian konstruksi lainnya juga diperiksa untuk memastikan titik-titik yang mengalami kerusakan dapat segera ditangani.

Material besi yang putus atau rusak diperbaiki melalui pengelasan. Plat penjepit juga dipasang untuk memperkuat posisi kayu sehingga konstruksi jembatan menjadi lebih kokoh.

Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pengecatan sejumlah bagian jembatan serta pembersihan area sekitar. Setelah diperbaiki, jembatan terlihat lebih rapi dan nyaman dilintasi.


Perbaikan tersebut bahkan rampung lebih cepat dari target. Awalnya, pekerjaan direncanakan melibatkan personel Polres Pringsewu dan sejumlah warga. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat kegiatan berkembang menjadi aksi gotong royong yang melibatkan lebih dari 200 warga dari Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo.

Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan perbaikan jembatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Baca Juga: Papan Jembatan Gantung Bumiarum Mulai Lapuk, Warga Waswas Melintas

“Renovasi ini merupakan bentuk nyata polisi hadir di tengah masyarakat. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat dari beberapa pekon yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo,” ujar Dadi, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting bagi aktivitas warga, mulai dari mobilitas anak sekolah, kegiatan pertanian, hingga perdagangan.

“Jembatan ini sebelumnya mengalami beberapa kerusakan sehingga kita lakukan perbaikan. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dan nyaman serta aktivitas mereka menjadi lebih mudah dan lancar,” ujarnya.

Dadi menjelaskan, jembatan tersebut juga memangkas jarak dan waktu tempuh warga. Jika jembatan tidak dapat digunakan, masyarakat harus menempuh jalur memutar hingga sekitar 15-16 kilometer dengan tambahan waktu perjalanan mencapai 30 hingga 45 menit.

Setiap hari, lebih dari 250 kendaraan roda dua dan ratusan pejalan kaki disebut melintasi jembatan tersebut.


“Dengan adanya fasilitas ini tentu sangat menghemat waktu masyarakat,” terangnya.

Selama proses renovasi, Kapolres bersama Wakapolres Pringsewu Kompol Samsuri, para pejabat utama Polres Pringsewu, Kapolsek Pringsewu dan Sukoharjo, serta Camat Pringsewu tidak hanya melakukan pemantauan. Mereka turut turun tangan bersama warga mengerjakan sejumlah bagian perbaikan.

Antusiasme masyarakat tersebut menjadi salah satu faktor pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari target awal.

Bagi warga, perubahan kondisi jembatan terasa langsung. Jika sebelumnya mereka harus melintas dengan rasa waswas karena melihat sejumlah bagian yang rusak, kini kekhawatiran tersebut mulai berkurang.

“Sekarang kami lebih lega. Sebelumnya kalau lewat memang merasa takut karena ada bagian yang rusak. Setelah diperbaiki seperti ini, mudah-mudahan lebih aman,” ujar Septi, warga Pekon Sinar Baru Timur, Kecamatan Sukoharjo, yang setiap hari melintasi jembatan.

Setelah seluruh proses perbaikan rampung, jembatan kembali diserahkan kepada masyarakat untuk digunakan dan dijaga bersama.

Tidak ada seremoni besar dalam penyerahan jembatan. Makan bersama dan pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan menjadi penanda berakhirnya proses renovasi.

Perbaikan jembatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa gotong royong antara aparat dan masyarakat dapat mempercepat penanganan fasilitas yang menjadi akses penting bagi warga. (*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos