Pembangunan Irigasi di Kenali Diduga Asal Jadi, Dinding Irigasi Disangga Bambu

img
Dinding irigasi disangga bambu agar tidak roboh.

MOMENTUM, Belalau -- Proyek pembangunan jaringan saluran irigasi di Pekon/Desa Kenali, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) diduga dikerjakan asal jadi.

Hal itu bisa terlihat dari bentuk bangunan saluran irigasi tidak rapi. Dinding saluran irigasi yang terbuat dari lempengan beton cetak disangga dengan bambu atau kayu. Diduga, agar dinding irigasi tidak roboh.

Selain itu, terlihat banyak sisi irigasi yang berrongga. Kondisi itu terjadi diakibatkan kurangnya pemasangan semen sebagai plester atau pengikat antar material beton cetak serta buruknya penimbunan tanah pada kanan kiri irigasi.

Kondisi seperti itu, tentu, menghawatirkan. Sebab, irigasi yang untuk mengaliri areah persawahan, seharusnya memerlukan kontruksi irigasi yang kokoh. Sehingga awet dan tidak roboh ketika debit air meninggat saat hujan.

Baca Juga: Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi di Padangdalom Belum Selesai

Pembangunan proyek yang terkesan asal jadi itu senilai Rp195 juta. Dananya berasal dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung pada tahun anggaran 2022. Dikerjakan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kenali.

Seorang warga Kenali, Susanto kepada harianmomentum.com, Jumat (20/01/23) mengatakan, saluran irigasi itu baru saja rampung dikerjakan oleh pokmas.

"Belum lama selesai. Bulan ini (Januari), pekerjaan selesai," ucapnya seraya menunjukkan area persawahanya juga ikut dilintasi irigasi tersebut.



Ditanya mengenai kondisi irigasi, Susanto yang juga masuk dalam struktur anggota Pokmas Kenali enggan komentar.  Dia hanya mengatakan akan melakukan penimbunan kembali di kedua sisi irigasi yang melintasi area persawahan.

Susanto juga mengatakan, meski masuk struktur pokmas, namun dia tidak ikut mengerjakan proyek irigasi tersebut. Hanya pada waktu awal akan adanya pembangunan irigasi, dia sempat ikut rapat yang diadakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung yang diadakan di Kota Bandarlampung.

"Ya, waktu itu saja saya ikut, ikut rapat bersama balai di hotel di Bandarlampung. Pembahasan bersama pokmas mengenai pembangunan irigasi ini," ucapnya.

Sementara Ketua Pokmas Kenali, Rohman mengatakan mendapat dana Rp195 juta dari BBWS Mesuji Sekampung. Dana itu untuk membangun irigasi sepanjang 737 meter. Meski sempat molor, namun pembangunan tersebut sudah diselesaikan pada 12 Januari 2023.

Rohman mengakui pengerjaan irigasi melewati batas waktu yang ditentukan. Dalam kontrak yang dilakukan BBWS Mesuji Sekampung, pengerjaannya dilakukan selama 90 hari kerja. Tetapi, molor selama kurang lebih 20 hari.

Hal itu bukan tanpa alasan. Menurut Rohman, 90 hari pengerjaan terhitung dari hari penandatangan kontrak. Tetapi, pihaknya baru menerima transfer dana setelah 20 hari tandatangan kontrak.

"Tanda tangan kontrak bulan 10 dengan masa kerja 90 hari. Tapi dana masuk setelah 20 hari dari kontrak. Makanya ada keterlambatam pengerjaan sehingga penyelesaiannya melewati hari kerja yang telah ditentukan," ucapnya.

Mengenai kondisi fisik, Rohman tidak menampik bahwa ada sisi irigasi yang sengaja ditopang dengan kayu dan bambu. Pihaknya mengakui kondisi tersebut diakibatkan karena kecerobohan pekerjanya.

"Pekerjaan sudah selesai dan kondisi seperti itu. Memang ada yang kurang, salah yang kerja tidak teliti," katanya.

Rohman juga mengatakan, bahwa pihaknya masih memiliki sisah anggaran dari pekerjaan tersebut. Meski tidak merinci secara detail nominal sisa anggaran, namum pihaknya berenca akan menggunakan untuk perbaikan. Menurutnya hal itu dapat dilakukan kerana irigasi masih dalam masa pemeliharaan.

"Rencana mau diperbaiki. Masih ada sisa anggaran untuk perbaikan, yang pasti ganti orang yang kerja. Gantian, kerena yang kemarin kurang bagus. Materialnya tanah untuk menimbun menggunakan tanah tebing disekitar irigasi, sudah kordinasi dengan pemiliknya," pungkasnya. (*).






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos