Proyek Irigasi Mangkrak, BBWS Mesuji Sekampung Terkesan Tertutup

img
Material untuk proyek irigasi yang mangkrak di Lampung Barat.

MOMENTUM, Liwa -- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung terkesan tertutup saat ditanya mengenai permasalahan proyek pembangunan jaringan irigasi di Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Di antara permasalah itu adalah proyek irigagsi yang dibiayai dengan anggaran tahun 2022 di Pekon/Desa Padangdalom. Proyek yang dikerjakan kelompok masyarakat (pokmas) itu, hingga kini masih mangkrak.

Namun, pihak BBWS Mesuji Sekampung enggan memberikan tanggapan. Awalnya, ketika menghubungi Humas BBWS Mesuji Sekampung, harianmomentum.com diminta mencatat apa yang ingin ditanyakan.

"Dicatat saja apa yang ingin ditanyakan. Nanti saya teruskan ke orang yang berwenang menjawab. Jawaban dari mereka akan saya sampaikan lagi," kata Humas BBWS Mesuji Sekampung, Yanti saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu 25 Januari 2023.

Harianmomentum.com kemudian mengirimkan beberapa pertanyaan melalui pesan Whats App yang bersangkutan. Namun, hingga Rabu petang, Humas BBWS Mesuji Sekampung tidak membalas pesan meski sebelumnya telah mengarahkan.

Sebelumnya, harianmomentum.com juga mencoba menayakan melalui pesan Whats App. Jawabannya akan meruskan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan berjanji menghubungi kembali. Meski sempat dijawab: ""Baik, akan saya teruskan ke PPK nya," pesannya.

Diberitakan sebelumnya, Peratin/Kepala Desa Pekon Padangdalom, Kecamatan Balikbukit Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Endra Gunawan kecewa dengan mangkraknya pembangunan proyek jaringan irigasi di desanya.

Proyek tahun 2022 yang dikerjakan kelompok masyarakat (pokmas) senilai Rp195 juta, itu hingga kini belum rampung. Proyek ini dibiayai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung.

Endra Gunawan mengatakan kerap mengingatkan ketua pokmas (Meza) agar segera menyelesaikan proyek pembangunan irigasi tersebut dan bertanggung jawab.

Sudah pernah saya sampaikan ke Meza. Kalau kaya ginikan saya juga yang ikut pusing, mau engga mau pekon saya kebawa-bawa," katanya di sela-sela acara kunjungan kerja (kunker) Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi di Sekolah Kopi Pekon Sukajaya Kecamatan Sumberjaya, Selasa (24/1/2023).

Kata Endra, pekerjaan dengan nilai Rp195 juta itu seharusnya untuk membangun irigasi di pekonya sepanjang kurang lebih 800-900 meter. Namun, sampai saat ini belum satupun material pracetak irigasi terpasang dengan berbagai alasan, seperti cuaca dan sengketa lahan.

"Sempat saya tanya ke Meza (Ketua Pokmas). Itu karena faktor cuaca dan juga sengketa lahan. Sayangnya mereka saat merencanakan (pembebasan lahan-red) tidak ada hitam di atas putih," bebernya.

Endra juga menerangkan, pekerjaan yang seharusnya selesai pada Desember 2022, ternyata diperpanjang sampai Februari mendatang.

"Bulan Desember (2022) kemarin harus selesai, itupun karena meminta perpanjangan dan sekarang kenapa tidak selesai, dan kemarin saya baru tau mereka minta surat perpanjangan lagi sampai akhir Februari 2023 ini," terangnya.

Namun, dia mengatakan tidak mengetahui isi surat perpanjangan tersebut. Selain itu, Endra mengaku sempat ditelepon konsultan untuk menanyakan proyek yang tidak kunjung selesai itu.

"Surat itu bukan di saya, tapi di Meza. Saya lupa apa isi surat tersebut, yang pasti perpanjangan proyek. Terkait pekerjaan yang tidak kunjung selesai, saat itu juga saya kejar ke pokmas. Pokmas beralasan cuaca dan lain-lain. Mau tidak mau, kalau tidak selesai juga harus mempulangkan dana," ucapnya.

Dia juga mengaku soal perenanaan proyek BBWS tersebut di desanya. Karena yang mengajukan proposal ke BBWS adalah pokmas. (*)



Editor: Muhammad Furqon


Leave a Comment