MOMENTUM, Balikbukit -- Sejumlah wali murid di Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat, mempertanyakan porsi dan isi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama bulan Ramadan.
Menu MBG yang disalurkan diketahui berupa makanan kering. Meski variasi menu berbeda-beda tergantung dapur penyedia dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebagian orang tua menilai porsi yang diterima belum sesuai harapan.
Keluhan disampaikan terkait penyaluran MBG oleh SPPG Pasar Liwa, Sabtu (28/2/2026). Di SDN 3 Waymengaku, menu yang diterima siswa dilaporkan berupa dua bungkus roti kering dan dua buah salak. Paket tersebut disebut diperuntukkan untuk dua hari, yakni Jumat dan Sabtu.
“Isi MBG hari ini dua buah salak dan dua bungkus roti,” ujar salah satu wali murid.
Orang tua siswa mempertanyakan apakah porsi tersebut telah sesuai dengan standar gizi serta nilai anggaran per porsi yang ditetapkan.
Keluhan serupa juga disampaikan wali murid di SDN 1 Waymengaku. Mereka menyebut menu yang diterima sama, yakni dua bungkus roti kering dan dua buah salak.
Sementara itu, Pengawas SPPG Pasar Liwa, Riki Sofyan, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan belum dapat memberikan keterangan rinci terkait distribusi MBG pada hari tersebut.
“Iya, saya Riki, tapi hanya sebagai pengawas. Untuk porsi itu sebenarnya menjadi tugas ahli gizi,” tulisnya.
Saat ditanya mengenai jumlah penerima manfaat dan sekolah yang menjadi sasaran distribusi, Riki mengaku belum dapat memberikan data pasti.
"Waduh lupa saya pak. Senin aja ya, saya lagi libur ini," tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Pasar Liwa terkait standar komposisi menu dan nilai anggaran per porsi MBG yang dipersoalkan wali murid.(**)
Editor: Muhammad Furqon
