Tim Pordasi Lampung Survei Lahan di Kotabaru, Romy: Kami Sangat Serius

img
Ilustrasi. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung -- Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Lampung menindaklanjuti wacana penyediaan lahan olahraga di kawasan Embung Kehati, Kotabaru, Lampung Selatan. 

Keseriusan itu ditunjukkan dengan peninjauan langsung lokasi yang direncanakan sebagai venue latihan.

Ketua Harian Pordasi Lampung, Romy Herwansyah, mengatakan pihaknya menyambut baik gagasan yang disampaikan KONI Provinsi Lampung terkait pemanfaatan lahan untuk sejumlah cabang olahraga.

“Kami sangat serius. Pordasi Lampung langsung menggelar rapat koordinasi internal untuk merespons sosialisasi pemanfaatan lahan di kawasan Embung Kehati,” kata Romy di Bandarlampung, Senin (5-1-2026).

Menurut Romy, cabang olahraga berkuda membutuhkan lahan yang cukup luas, terutama untuk nomor Endurance dan Pacu. Karena itu, Pordasi Lampung telah melakukan survei lokasi di kawasan Kotabaru pada Minggu (4-1-2026) sebagai bagian dari rencana pengembangan sport tourism yang digagas KONI Lampung.

“Pordasi cukup potensial untuk mendukung sport tourism karena melibatkan olahraga berkuda dan berkuda memanah,” ujarnya.

Survei lapangan tersebut dilakukan oleh track master Bagus Prambudi bersama sejumlah atlet Endurance, termasuk peraih medali perak PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024, Rasyid Trisandi, serta atlet berkuda memanah.

Pada PON XXI, Rasyid Trisandi mencatatkan sejarah sebagai atlet berkuda asal Lampung pertama yang meraih medali perak, melalui nomor Endurance 60 kilometer. Dalam pertandingan yang berlangsung di Jericho Stable, Serdang Bedagai, pada 11 September 2024, Rasyid finis di posisi kedua dengan menunggangi kuda bernama Halime. Atas prestasi tersebut, ia menerima apresiasi dari Pordasi Lampung.

Romy menjelaskan, kebutuhan ideal lahan untuk cabang berkuda memang cukup besar, terutama untuk pacuan kuda. Namun Pordasi tetap menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Jika diberikan sekitar lima hektare, insyaallah sudah cukup. Bisa dimanfaatkan untuk track Endurance 60 kilometer, Berkuda Memanah, Dressage, hingga Jumping. Semua tergantung pada alokasi lahan yang nantinya diberikan oleh KONI Lampung,” katanya.

Terkait pengembangan sport tourism, Romy menyebut Pordasi Lampung sebelumnya telah beberapa kali menggelar kegiatan serupa di sejumlah lokasi wisata dan mendapat respons positif. Namun kegiatan tersebut belum berjalan masif karena belum adanya kerja sama permanen.

“Dalam waktu dekat, kami berencana memulai kegiatan secara berkala di kawasan Itera. Di sana kami mendapat lahan untuk latihan, terutama Berkuda Memanah, dan sedang dibahas konsep sport tourism karena lokasinya berhadapan langsung dengan Kebun Raya Itera,” ujarnya.

Pada survei awal, Pordasi Lampung belum membawa kuda ke lokasi. Peninjauan lanjutan direncanakan akan melibatkan beberapa ekor kuda untuk melihat kesiapan jalur dan medan.

Sementara itu, KONI Provinsi Lampung telah mengundang sejumlah cabang olahraga, di antaranya Paramotor, Berkuda, Cricket, Dayung, Panahan, Sepeda, Panjat Tebing, Bolavoli, Petanque, Hockey, Woodball, dan Atletik, untuk membahas kebutuhan lahan latihan.

“Lahan latihan adalah kebutuhan dasar, khususnya bagi cabang olahraga outdoor. Untuk berprestasi, harus ada tempat latihan yang layak dan mudah diakses. Karena itu, pemanfaatan kawasan Embung Kehati perlu segera dibahas secara serius,” kata Syaiful Ikwan dari Bidang Pembinaan Prestasi KONI Lampung.

Ia menambahkan, tempat latihan tidak harus luas, tetapi harus memadai dan didukung peralatan yang sesuai standar.

“Semoga upaya yang dilakukan KONI Provinsi Lampung ini dapat menghadirkan sarana dan prasarana yang bisa dimanfaatkan oleh cabang-cabang olahraga potensial,” ujarnya. (**)






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos