MOMENTUM, Pringsewu – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pringsewu menggelar Pelatihan Kewirausahaan Digital Pemuda 2026, Rabu-Kamis (2-3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di RM Radja Pindang Andalas Resto, Pekon Wates Timur, Kecamatan Gadingrejo, itu diikuti 20 pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Pringsewu.
Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Pringsewu, Hendra Iskandar, mengatakan pelatihan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas dan keterampilan pemuda agar mampu memanfaatkan perkembangan ekonomi digital.
"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Pringsewu memberikan ruang kepada pemuda untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai peluang membangun usaha dan menciptakan sumber penghasilan," kata Hendra.
Menurutnya, tema pelatihan *Membangun Peluang Usaha di Era Ekonomi Digital Melalui Konten Video yang Kreatif dan Berdaya Jual* dipilih karena perkembangan teknologi dan media sosial membuka peluang bagi pemuda untuk mengubah kreativitas menjadi aktivitas ekonomi.
Konten video, kata Hendra, kini tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk promosi, pemasaran, hingga membangun personal branding.
"Pemuda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta karya, pencipta peluang, dan pelaku ekonomi digital," ujarnya.
Pelatihan tersebut membekali peserta dengan pengetahuan kewirausahaan digital, pembuatan konten video, pemanfaatan media sosial untuk pemasaran, hingga strategi mencari produk dan pasar.
Lima pemateri dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Ketua HIPMI Pringsewu DROB Hakiki membawakan materi *Tren Ekonomi Digital dan Peluang Bisnis Pemuda*.
Content creator Husein NBJ menyampaikan materi *Menentukan Niche dan Personal Branding yang Menghasilkan*. Bagus Prasojo membahas peluang usaha tanpa modal melalui affiliate marketing, content creator, jasa digital, reseller produk digital, serta strategi mencari produk dan pasar yang dibutuhkan.
Sementara Albab Jannatul Firdaus dari Seputar Pringsewu membawakan materi *Formula Konten Viral dan yang Menghasilkan Penjualan*. Materi terakhir disampaikan content creator Nanda Aditya mengenai teknik membuat *hook*, storytelling, *call to action*, pengambilan video menggunakan smartphone, produksi konten produk atau jasa, hingga editing video menggunakan aplikasi.
Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Titik Puji Lestari, yang mewakili Bupati Pringsewu saat membuka kegiatan, mengatakan perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan pemuda untuk membuka peluang ekonomi.
"Dengan teknologi digital, produk dan kreativitas pemuda Pringsewu dapat dikenal masyarakat di seluruh Lampung, Indonesia, bahkan global. Inilah peluang yang harus dimanfaatkan," kata Titik.
Namun, dia mengingatkan pemuda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka diharapkan mampu menjadi pelaku, pencipta, inovator, sekaligus penggerak ekonomi daerah.
"Pemkab Pringsewu terus berupaya mendorong pembangunan yang menempatkan peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi serta pemanfaatan teknologi dan inovasi sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah," ujarnya.(*)
Editor: Muhammad Furqon
