MOMENTUM, Bandarlampung--Program Studi Desain Interior Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menggelar Diskala Exhibition Vol. 1 Asmophoria sebagai ajang unjuk kreativitas mahasiswa pada 21–23 September 2026.
Pameran tahunan tersebut menampilkan deretan karya tugas akademik mahasiswa sekaligus memfasilitasi *Interior Design Competition* yang diikuti oleh sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Provinsi Lampung.
Ketua Pelaksana Chandra menjelaskan, nama "Diskala" berasal dari gabungan kata "DI" dan "skala", yang menegaskan pentingnya pertimbangan objek ruang, skala, bentuk, warna, serta tekstur dalam setiap karya desain interior.
"Setiap lahir karya dari pertimbangan skala. Karya yang dihasilkan merupakan kreativitas bentuk, warna, dan tekstur yang dihasilkan mahasiswa," ujar Chandra di Kampus IIB Darmajaya, Bandarlampung, Selasa (22/9/2026).
Rektor IIB Darmajaya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan ajang ini sebagai momentum penting memperluas pemahaman publik mengenai pentingnya jasa konsultan desain interior.
Ia menilai perubahan tren masyarakat modern yang gemar menunjukkan (*flexing*) estetika dan karakter ruang hunian menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk membuktikan kompetensi profesionalnya.
"Orang dahulu ingin pamer sedikit berbeda dengan sekarang yang ingin *flexing*, khususnya dengan ruangan rumahnya. Ini kesempatan bagi Anda untuk eksis menunjukkan karya sekaligus membangun portofolio karier," tutur Rektor.
Selain pameran karya mahasiswa, kompetisi desain interior tingkat SMK juga menetapkan tim Triline Architecture dari SMK Muhammadiyah Way Sulan sebagai Juara 1.
Sementara itu, posisi Juara 2 diraih oleh Tim Nepo dari SMKN 2 Terbanggi Besar dan Juara 3 disabet oleh Tim Junior dari SMKN 3 Metro.
Melalui ajang yang berlangsung hingga 23 September 2026 ini, IIB Darmajaya terus berkomitmen membuka ruang interaksi kreatif antara civitas akademika, pelajar, dan masyarakat luas guna menjawab kebutuhan industri desain ruang.(**)
Editor: Agus Setyawan
