Kejurnas Hapkido Jadi Ajang Evaluasi Tata Kelola Pertandingan

img
Kejurnas Hapkido ke-9 di Lampung di GOR Siger, Bandarlampung. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido ke-9 di Lampung menjadi momentum bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengevaluasi tata kelola penyelenggaraan pertandingan olahraga berskala nasional.

Kejurnas yang digelar di GOR Siger, Bandarlampung, itu dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pusat Ahmad Saefudin, mewakili Ketua Umum KONI Pusat.

KONI Pusat mengamati sejumlah aspek penyelenggaraan, mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), fasilitas, hingga mekanisme pertandingan.

Ahmad mengatakan, pengalaman tersebut penting bagi Lampung yang dipersiapkan menjadi salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) dalam enam tahun mendatang.

"Ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung bagaimana tata kelola pertandingan olahraga nasional. Tata kelola yang baik tentu harus didukung SDM dan fasilitas yang memadai," kata Ahmad.

Menurut dia, Kejurnas Hapkido telah menerapkan digitalisasi dan mekanisme pertandingan yang terstruktur. Sistem tersebut dinilai dapat mempercepat proses pertandingan sekaligus meningkatkan kedisiplinan atlet dan penyelenggara.

Pengalaman dari Kejurnas Hapkido, lanjut Ahmad, dapat menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem penyelenggaraan pertandingan yang lebih baik.

"Kami juga akan melihat tata kelola dari cabang olahraga bela diri lainnya. Dari sana bisa dipelajari apa yang baik untuk kemudian menjadi bagian dari sistem penyelenggaraan pertandingan yang lebih seragam," ujarnya.

Hapkido Makin Berkembang

Ketua Umum Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI) GBPH Prabukusumo mengatakan peningkatan jumlah peserta menjadi salah satu indikator perkembangan Hapkido di Indonesia.

Pembinaan atlet usia junior juga terus dilakukan. Namun, pembinaan tidak hanya diarahkan pada penguasaan teknik.

Prabukusumo menekankan pentingnya pemahaman atlet mengenai penggunaan teknik bela diri secara bertanggung jawab.

"Yang dibangun bukan hanya kemampuan teknik, tetapi juga pemahaman bagaimana menggunakan kemampuan bela diri secara bertanggung jawab," katanya.

Pemahaman tersebut dinilai penting agar kemampuan Hapkido dapat diterapkan secara tepat, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Prabukusumo juga menyoroti perkembangan Hapkido di Lampung yang dinilainya cukup pesat. Saat ini terdapat lebih dari 20 dojang Hapkido di Lampung.

Jumlah peserta dan prestasi atlet Hapkido Lampung juga terus menunjukkan perkembangan.

Jadi Pengalaman Menuju PON

Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat mengapresiasi keputusan PPHI memilih Lampung sebagai tuan rumah Kejurnas Hapkido ke-9.

Menurut Taufik, kejuaraan berskala nasional tersebut memberikan pengalaman bagi pengurus olahraga di Lampung dalam mengelola pertandingan sesuai standar nasional.

"Ini menjadi pengalaman berharga bagi pengurus di Lampung. Apalagi event seperti ini melibatkan atlet dan kontingen dari berbagai daerah," ujar Taufik.

Kehadiran kontingen dari berbagai daerah juga memberikan keuntungan bagi atlet Lampung. Mereka bisa mendapatkan pengalaman bertanding menghadapi lawan dari luar daerah tanpa harus mengikuti kejuaraan di daerah lain.

"Ini bagian dari proses pembinaan. Atlet Lampung bisa mendapatkan pengalaman bertanding di daerah sendiri, tetapi atmosfer dan lawannya berasal dari berbagai daerah," katanya.

Taufik berharap pengalaman menjadi tuan rumah Kejurnas Hapkido dapat menjadi modal bagi Lampung untuk meningkatkan kualitas tata kelola pertandingan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi agenda olahraga nasional ke depan.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos