MOMENTUM, Jakarta--PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan keandalan operasional perusahaan secara optimal guna menjaga keberlanjutan produksi seiring dengan penyusunan perencanaan target produksi batu bara tahun 2027.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan menyatakan, perencanaan target produksi tersebut dirancang dengan mempertimbangkan persetujuan regulasi pemerintah, prioritas pemenuhan kebutuhan dalam negeri, hingga dinamika pasar ekspor global di tengah era transisi energi.
"PTBA sedang dalam proses pengajuan usulan rencana produksi 2027 kepada Kementerian ESDM. Kami senantiasa memprioritaskan kebutuhan suplai domestik, sembari mencermati peluang pasar ekspor," ujar Bambang Ismawan di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Bambang menegaskan bahwa persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi acuan utama bagi BUMN sektor tambang tersebut dalam menyesuaikan kapasitas produksi dengan kebutuhan ketahanan energi nasional.
Terkait dengan terbitnya Kepmen ESDM Nomor 365.K/MB.01/MEM.B/2026 mengenai tata kelola jasa pertambangan mineral dan batu bara, PTBA menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan penataan industri tersebut.
Sebagai langkah konkret, PTBA telah mengajukan permohonan resmi kepada Menteri ESDM untuk menggunakan PT Satria Bahana Sarana (PT SBS) sebagai anak perusahaan afiliasi dalam bidang jasa kontraktor penambangan.
"PTBA menghormati dan mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat tata kelola usaha jasa pertambangan. Kami telah mengajukan permohonan persetujuan penggunaan PT SBS kepada Menteri ESDM," tuturnya.
Langkah efisiensi operasional ini sejalan dengan komitmen PTBA yang terus mencatatkan kinerja positif, di mana penjualan domestik hingga semester I 2026 telah menembus 10,77 juta ton atau menyerap 51 persen dari total penjualan.
Manajemen optimis operasional perusahaan tetap berada di jalur yang tepat (on the track) untuk merealisasikan target total produksi batu bara nasional sekitar 49,5 juta ton hingga akhir tahun 2026.
Sinergi antara pemenuhan regulasi pertambangan dan optimalisasi anak perusahaan ini diharapkan mampu memperkokoh peran PTBA sebagai pilar utama penopang pasokan energi nasional secara berkelanjutan.(**)
Editor: Agus Setyawan
