Harga Gabah di Pesawaran Tembus Rp7.400/Kg, Pengairan Jadi Kendala

img
Lahan pertanian di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. (Foto: Rft)

MOMENTUM, Gedongtataan--Harga gabah di Kabupaten Pesawaran, Lampung saat ini berada di kisaran Rp7.200 hingga Rp7.400 per kilogram. Di tengah harga tersebut, petani masih menghadapi persoalan pengairan yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman padi.

Junaidi, petani asal Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan mengatakan, harga gabah yang diterimanya dalam beberapa waktu terakhir berada di kisaran Rp7.200 per kilogram. Di wilayah lain, seperti Kecamatan Waylima, harga gabah masih mencapai sekitar Rp7.400 per kilogram.

“Untuk wilayah Gedongtataan kemarin kita jual Rp7.200. Di daerah lain, seperti Waylima masih kisaran Rp7.400,” kata Junaidi, Selasa (6-10-2026).

Selain gabah, harga beras lokal di tingkat pasar saat ini berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram. Harga tersebut dapat berbeda bergantung pada wilayah dan kondisi pasar.

Dari sisi produksi, Junaidi menyebut pertumbuhan tanaman padi pada musim tanam sebelumnya relatif normal. Dalam kondisi tanpa gangguan hama maupun kendala lainnya, produktivitas padi dapat mencapai sekitar delapan ton gabah per hektare.

Namun, persoalan pengairan masih menjadi perhatian petani di sejumlah wilayah. Junaidi mencontohkan kawasan Kerandegan dan Jembangan yang sempat mengalami kendala air, meski telah tersedia sumur bor yang dibangun pemerintah daerah. “Kalau kendala, ya soal air. Harus disikapi dengan sabar,” ujarnya.

Menurut Junaidi, produksi lahan seluas setengah hektare dalam kondisi normal dapat mencapai sekitar empat ton gabah. Setelah digiling, hasil tersebut mengalami penyusutan atau penurunan rendemen sekitar 30 persen.

Menurut dia, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas tanaman. Kendala pengairan maupun serangan hama, seperti tikus, dapat menekan hasil panen petani.

Dengan harga di kisaran Rp7.200–Rp7.400 per kilogram, petani berharap produksi tetap terjaga sehingga pendapatan dari usaha tani padi tidak ikut tertekan. (**)






Editor: Munizar





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos