Kapolres Pringsewu Ingatkan Masyarakat: Judol Picu Kejahatan

img
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Permana Putra.

MOMENTUM, Pringsewu--Judi online (judol) bukan sekadar menguras uang. Ketika kalah dan terdesak kebutuhan, pemain bisa nekat menempuh jalan kriminal. Fenomena itu menjadi perhatian serius Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Permana Putra.

Dadi mengingatkan masyarakat agar tidak mencari jalan pintas melalui judi online maupun narkoba. Keduanya dinilai dapat memicu persoalan ekonomi, keluarga hingga tindak pidana.

Sejumlah perkara yang ditangani Polres Pringsewu menjadi gambaran dampak tersebut. Salah satunya kasus penggelapan uang setoran penjualan ayam senilai Rp50 juta yang dilakukan EP (30), warga Pekon Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa.

EP yang selama sekitar enam tahun dipercaya sebagai sopir, justru terseret perkara hukum setelah uang setoran penjualan ayam yang seharusnya diserahkan kepada pemilik tidak seluruhnya sampai ke tujuan.

Kasus lain terjadi di wilayah Gadingrejo. PYB (29), warga Desa Sidodadi, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran, nekat menjambret tas seorang ibu yang berisi uang sekitar Rp1,6 juta.

Dalam penanganan perkara, aksi tersebut dilakukan karena pelaku membutuhkan uang untuk judi online. Namun, aksi PYB berakhir tragis. Usai menjambret, dia terjatuh dan menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diamankan polisi.

Menurut Dadi, dua perkara tersebut menunjukkan dampak judi online tidak berhenti pada uang yang hilang. Ketika seseorang mengalami tekanan ekonomi akibat judol dan memilih cara ilegal untuk mendapatkan uang, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi tindak pidana.

“Jangan sampai karena ingin mendapatkan uang dengan cara cepat, justru mengambil jalan yang salah. Kalau sudah terdesak karena persoalan ekonomi, kemudian melakukan tindak pidana, akibatnya bukan hanya kehilangan uang, tetapi juga bisa kehilangan kebebasan dan merusak masa depan,” kata Dadi.

Dia mengatakan, jebakan judol biasanya bermula dari nominal kecil. Pemain kemudian terus mencoba karena berharap mendapatkan keuntungan. Saat kalah, muncul dorongan untuk mengembalikan uang yang hilang dengan kembali bermain.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi itu dapat membuat seseorang kehilangan kendali atas keuangannya.

Karena itu, Dadi meminta keluarga lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga. Kebiasaan berutang, menghabiskan uang tanpa kejelasan maupun perubahan pola pergaulan, kata dia, patut menjadi perhatian.

“Kalau ada anggota keluarga yang mulai terindikasi terjerumus, jangan langsung dijauhi. Dekati, ajak bicara dan bantu mencari jalan keluar. Jangan sampai ketika kita sadar, persoalannya sudah berkembang menjadi tindak pidana,” terangnya.

Selain judol, Dadi meminta masyarakat menjauhi narkoba. Menurutnya, narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga dapat merusak kehidupan pengguna dan keluarganya.

Ketergantungan narkoba dapat menyeret seseorang ke persoalan ekonomi, pekerjaan, keluarga hingga lingkungan sosial.

“Kalau sudah terjerumus, bukan hanya dirinya yang terdampak. Keluarga juga ikut menanggung akibatnya,” tegasnya.

Dadi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba-coba judol maupun narkoba. Dia menegaskan, jalan pintas untuk mendapatkan uang atau kesenangan justru dapat berujung pada persoalan yang lebih besar. (**)






Editor: Munizar





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos