Pringsewu Gelar Lomba Kemampuan Berbahasa Lampung Tingkat SD/MI

img
Sebanyak 72 siswa SD/MI mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kabupaten Pringsewu 2026 di Hotel Urban Pringsewu, Rabu (7/10/2026). Mereka berkompetisi dalam empat tangkai lomba Bahasa Lampung. Foto: Sulistyo.

MOMENTUM, Pringsewu--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SD/MI se-Kabupaten Pringsewu 2026 di Hotel Urban Pringsewu, Rabu (7/10/2026).

Sebanyak 72 peserta mengikuti festival tersebut. Mereka merupakan juara pertama FTBI tingkat kecamatan.

Peserta berkompetisi dalam empat tangkai lomba, yakni mendongeng (ngedunging), dendang syair, membaca puisi Lampung (sastra lisan Lampung), dan membaca aksara Lampung. Masing-masing tangkai diikuti sembilan peserta putra dan sembilan peserta putri.

Kabid Dikdas Disdikbud Pringsewu Iswanto mengatakan, panitia menyiapkan 12 dewan juri yang telah mengikuti kegiatan revitalisasi bahasa daerah 2026.

"Juara pertama FTBI tingkat kabupaten akan mewakili Pringsewu pada lomba serupa tingkat Provinsi Lampung," kata Iswanto.

Menurutnya, FTBI digelar untuk melestarikan bahasa daerah sekaligus meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap Bahasa Lampung sebagai bagian dari identitas budaya.

"Selain itu, kegiatan ini mendorong kreativitas dan inovasi peserta didik dalam menggunakan bahasa daerah," ujarnya.

Kepala Disdikbud Pringsewu Supriyanto mengatakan FTBI menjadi salah satu upaya menjaga keberlangsungan Bahasa Lampung di tengah menurunnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.

"FTBI bukan sekadar lomba, tetapi gerakan untuk mencegah punahnya bahasa ibu di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengembalikan kebanggaan berbahasa Lampung. Bahasa ibu adalah jati diri," katanya saat membuka kegiatan.

Supriyanto menilai penggunaan Bahasa Lampung di kalangan generasi muda perlu terus didorong. Menurutnya, bahasa daerah merupakan identitas dan warisan budaya yang harus diperkenalkan sejak dini.

"Festival ini adalah upaya menanamkan kembali rasa cinta dan bangga berbahasa Lampung kepada generasi muda. Kami berharap anak-anak Pringsewu tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter dan berbudaya," ujarnya.

Dia berpesan kepada peserta agar percaya diri dan tidak malu menggunakan Bahasa Lampung.

"Menang dan kalah itu biasa. Yang penting pengalaman dan kecintaan terhadap bahasa daerah semakin tumbuh. Jadilah duta bahasa dan ajak teman-teman di sekolah menggunakan Bahasa Lampung dalam percakapan sehari-hari," pungkasnya. (*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos