Sidak SPBU di Lampung: Pengisian 20 Menit dan Puluhan Screenshot QR Code Jadi Sorotan

img
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, bersama Gubernur Rahmat Mirzani Djausal sidak ke sejumlah SPBU di Lampung, Jumat (9-10-2026),.

MOMENTUM, Bandarlampung--Inspeksi mendadak yang dilakukan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di sejumlah SPBU di Lampung, Jumat (9-10-2026), memunculkan dua temuan krusial terkait penyaluran BBM bersubsidi.

Saat meninjau langsung pelayanan di SPBU kawasan Natar, Rajabasa, dan SPBU 23.351.01 Jalan Lintas Sumatera, Putri mencatat waktu pengisian Bio Solar yang sangat lambat. "Kalau efektif, pengisian 40 liter tidak sampai lima menit, tetapi di dua SPBU yang kami datangi ada yang memakan waktu 10 sampai 20 menit," ungkapnya.

Keterlambatan itu terjadi karena minimnya jumlah petugas. Satu operator harus melayani dua hingga empat kendaraan sekaligus, sehingga harus bolak-balik dan menurunkan efisiensi pelayanan secara signifikan.

"Ternyata satu station operatornya hanya satu untuk melayani dua sampai empat mobil sekaligus. Operatornya harus bolak-balik kiri-kanan sehingga tidak efektif dan antrean menjadi lama," jelas Putri.

Di sisi lain, tim sidak juga menemukan dugaan penyalahgunaan kode QR subsidi. Petugas menemukan satu kendaraan yang di ponsel pengemudinya tersimpan tiga hingga empat tangkapan layar kode QR yang berbeda untuk pengisian Bio Solar.

"Tadi kami temukan satu mobil membawa tiga hingga empat tangkapan layar QR code. Oleh karena itu, saya menyarankan agar QR code tidak dicetak atau sekadar difoto agar tidak disalahgunakan," ujar Putri.

Praktik ini dinilai menjadi celah utama yang membuat BBM subsidi tidak tepat sasaran, karena tangkapan layar dapat digunakan berulang kali maupun oleh kendaraan lain.

Putri menegaskan, sistem digital harus diimbangi kedisiplinan petugas di lapangan.

Ia mendesak Pertamina Patra Niaga segera menambah jumlah petugas di setiap SPBU sekaligus menerapkan verifikasi ganda: selain memindai kode QR, petugas wajib mencocokkan data kendaraan dengan STNK fisik yang ditunjukkan pengemudi.

Sosialisasi kepada pengelola SPBU juga harus ditingkatkan agar potensi kebocoran BBM subsidi dapat ditekan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik seluruh temuan tersebut dan berkomitmen memperkuat pengawasan terpadu di seluruh SPBU di wilayah Lampung, agar BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan pelayanannya berjalan lebih cepat dan tertib.(**)






Editor: Agus Setyawan





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos