Wagub Jihan Dorong Pengelolaan Hutan Lampung yang Lestari dan Berkelanjutan

img
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela didampingi jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Lampung melepasliarkan berbagai jenis burung di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman, Bandar Lampung, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan penguatan sinergi tata kelola hutan yang lestari dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.
MOMENTUM, Lampung--Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong penguatan tata kelola kehutanan yang terintegrasi, berintegritas, dan berkelanjutan guna menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Arahan tersebut disampaikan Wagub Jihan dalam kegiatan Penguatan Sinergi dan Komitmen Bersama dalam Mewujudkan Hutan Lampung yang Lestari dan Berkelanjutan di Kantor UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Bandar Lampung, Selasa (13-10-2026).
Dalam arahannya di hadapan jajaran kehutanan, Wagub Jihan menekankan bahwa pengelolaan hutan tidak cukup hanya berfokus pada penjagaan kawasan semata, melainkan harus mampu mengoptimalkan potensi ekonomi secara berkelanjutan.
Ia meminta seluruh jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, khususnya petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan polisi kehutanan, untuk memahami secara menyeluruh kondisi wilayah kerjanya—mulai dari peta kerawanan kebakaran, potensi konflik lahan, titik perambahan, kebutuhan rehabilitasi, hingga peluang pengembangan komoditas unggulan.
"Pengelolaan hutan bukan hanya menjaga kawasan, tetapi juga memastikan kawasan hutan tetap terjaga dan produktivitasnya mampu mendukung perekonomian masyarakat di sekitar hutan," ujar Wagub.
Wagub Jihan turut menyoroti perlunya evaluasi mendalam terhadap kinerja sektor kehutanan Provinsi Lampung.
Ia membeberkan data bahwa kontribusi sektor kehutanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung yang pada tahun 2015 mencatatkan angka 0,37 persen, mengalami penurunan menjadi sekitar 0,303 persen pada tahun 2024.
Kondisi tersebut dinilai perlu dikaji bersama untuk merumuskan langkah perbaikan agar potensi ekonomi kawasan hutan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal tanpa mengabaikan fungsi ekologis.
Selain itu, Wagub juga menekankan penguatan sistem pencegahan kebakaran hutan berbasis pemetaan wilayah rawan serta peningkatan sarana dan personel pengamanan di lapangan.
Di samping evaluasi kinerja, Wagub Jihan menginstruksikan seluruh aparatur agar senantiasa menjaga integritas serta tidak terlibat dalam praktik yang membiarkan atau melindungi aktivitas perambahan hutan.
Ia mengapresiasi gagasan pengembangan KPH sebagai penggerak ekonomi kawasan yang direncanakan secara bertahap mulai dari penguatan fondasi pada 2026–2028 hingga menuju kemandirian pada 2033.
"Apa yang kita urus hari ini adalah sumber kehidupan anak-anak dan cucu kita di masa depan. Hutan menyediakan oksigen, menjaga keseimbangan lingkungan, dan menjadi penyangga kehidupan. Karena itu, tugas ini harus dijalankan dengan integritas dan komitmen yang tinggi," kata Wagub Jihan.
Ia menambahkan, bagaimana sistem yang hari ini kita bangun tidak rapuh dimanapun dan pada level apa pun. Kita harus saling mengingatkan bahwa sistem itu harus dijaga dan dijalankan bersama.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Handika Jaya Putra melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 400 pegawai di lingkungan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, yang terdiri dari pejabat administrator, pengawas, polisi kehutanan, tenaga fungsional, staf, hingga PPPK.
Rangkaian acara tersebut kemudian ditutup dengan peninjauan kawasan burung berkicau, penangkaran rusa, serta pelepasliaran sekitar 60 spesies burung hasil rehabilitasi di kawasan Tahura Wan Abdul Rachman sebagai wujud komitmen nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati Lampung.(**)





Editor: Agus Setyawan





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos