MOMENTUM, Jakarta -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melantik sembilan pejabat di lingkungan BNPB di Aula Sutopo Purwonugroho, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Sembilan pejabat yang dilantik terdiri atas satu pejabat pimpinan tinggi madya atau eselon I, tiga pejabat eselon II, tiga pejabat eselon III, dan dua pejabat eselon IV.
Agus Hardja Santana dilantik sebagai Inspektur Utama BNPB berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 122/TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan BNPB tertanggal 23 September 2026.
Sementara itu, delapan pejabat lainnya yang dilantik yakni dr. Riswandi sebagai Direktur Penanganan Darurat Wilayah II; Septiana Jatiningsih sebagai Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Kebencanaan; serta Brigjen TNI Hery Setiono sebagai Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan.
Selanjutnya, Letkol Inf Eduar Hendri dilantik sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga; Ahmad Abdulghoni sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa; Hari Susanto sebagai Kepala Bagian Tata Usaha; Brillian Syahputra Igirisa sebagai Kepala Subbagian Barang Milik Negara; dan Auliya Setianti Wahyuani sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha pada Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan.
Suharyanto mengatakan, penguatan organisasi melalui rotasi jabatan diperlukan untuk meningkatkan sinergi dan memperkuat pelaksanaan tugas penanggulangan bencana.
Dia meminta para pejabat baru memperkuat koordinasi internal serta kolaborasi dengan unsur pentaheliks penanggulangan bencana, yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
Dalam arahannya, Suharyanto juga menekankan pentingnya kepatutan, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas, terutama terkait pengadaan barang dan jasa serta pengelolaan aset.
Dia mengingatkan agar setiap program tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran, tetapi juga menghasilkan keluaran dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Para pejabat yang baru dilantik diminta segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing serta menjalankan amanah secara berintegritas, profesional, dan bertanggung jawab.
Penguatan organisasi tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan tugas BNPB dalam penanggulangan bencana dan meningkatkan manfaat pelayanan bagi masyarakat.(*)
Editor: Muhammad Furqon
