MOMENTUM, Pringsewu – Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari mencanangkan Pekon Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, sebagai Desa TAPIS, Senin (2/11/2026).
Desa TAPIS merupakan program binaan TP-PKK Provinsi Lampung yang mengusung semangat kesejahteraan keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas. Program ini diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengoptimalkan potensi lokal.
Wulan mengatakan, keberhasilan program Desa TAPIS membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen pendukung.
Sejumlah sasaran program tersebut meliputi penurunan prevalensi stunting, peningkatan pelayanan kesehatan dasar melalui posyandu dan kegiatan kesehatan keluarga, serta pengendalian inflasi dengan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan.
Program ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K), serta meningkatkan infrastruktur sebagai penunjang konektivitas antarwilayah.
Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan, pencanangan Desa TAPIS menjadi momentum membangun komitmen bersama dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.
Menurutnya, program tersebut diharapkan mendorong terwujudnya pekon yang maju, mandiri, sehat, dan sejahtera.
Dia mengatakan, nama TAPIS juga merepresentasikan kain tapis sebagai warisan budaya Lampung yang mengandung nilai luhur, keindahan, ketekunan, dan kebersamaan.
"Nilai-nilai tersebut hendaknya menjadi inspirasi untuk membangun masyarakat yang berkarakter, menjaga kearifan lokal, serta memperkuat semangat gotong royong," ujarnya.
Riyanto berharap, pembangunan di tingkat pekon melalui program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, kesehatan, penguatan ekonomi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui gerakan PKK yang terencana dan berkelanjutan, berbagai program pemberdayaan diharapkan dapat dirasakan langsung masyarakat, terutama perempuan, anak-anak, dan kelompok yang membutuhkan perhatian.
Dia menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Keluarga yang sehat, tangguh, harmonis, dan sejahtera akan melahirkan generasi berkualitas serta masyarakat berdaya saing.
Karena itu, TP-PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan partisipasi masyarakat mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga pekon.
Riyanto menambahkan, keberhasilan Desa TAPIS membutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan agar program tersebut berjalan terpadu dan berkesinambungan.
"Saya mengajak camat dan kapekon untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, mengoptimalkan potensi lokal, serta memastikan program yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan dan permasalahan masyarakat," ajaknya.(*)
Editor: Agus Setyawan
