Sosialisasi 4 Pilar, Mukhlis Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan

img
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mukhlis Basri sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Foto. Ist.

MOMENTUM, Natar--Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mukhlis Basri mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menguatkan ketahanan pangan keluarga.

"Tanami pekarangan rumah dengan apa saja. Seperti, ubi atau tanaman sayuran, untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga," ajak Mukhlis di sela-sela Sosialisasi Sosialisasi 4 Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika) di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Ahad (9-8-2020).

Menurut politisi yang akbrab dipanggil MB ini, menanami lahan pekarangan dengan berbagai jenis tanaman pangan bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga sekliagus berjaga-jaga terhadap kemungkinan terjadi krisis pangan. 

Pada kesempatan yang sama, mantan Bupati Lampung Barat dua periode itu juga mengajak masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti sebelum terjadi pandemi Covid-19. 

Setelah beberapa bulan masyarakat lebih banyak beraktivias di rumah untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19, kata MB, kini masyarakat diminta kembali beraktivitas seperti sebelum terjadi pandemi. 

Namun, karena pandemi belum berakhir, masyarakat diminta tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 saat beraktivitas. Seperti, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Jangan remehkan covid. Namun juga jangan terlalu takut. Tetapi tetap waspada. Kembali beraktivitas seperti biasa, namun harus mengikuti protokol kesehatan," tegas anggota Komisi I DPR RI itu.

Sosialisasi yang diikuti sekitar seratus ibu-ibu dan remaja putri itu, MB mengajak masyarakat untuk mengamalkan lima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jangan sampai terpecah menjadi negara-negara kecil karena tidak saling menghargai dan tidak menghormati keyakinan atau pilihan orang lain. 

"Jangan bermusuhan dengan tetangga hanya gara-gara beda pilihan politik. Tetangga nyembelih kambing, nanti tidak dikasih karena bermusuhan. Rugi kan?" canda MB.

Sementara itu, Darmadi yang menjadi narasumber dalam sosialisasi itu, menegaskan Pancasila sebagai dasar negara sudah final, tidak perlu lagi dipersoalkan. Karena sudah terbukti menyatukan bangsa sebesar Indonesia yang terdiri dari banyak suku, agama, dari Sabang sampai Merauke.

Darmadi mengingatkan masyarakat tidak terpengauh dengan paham yang bertentangan dengan Pancasila. "Jika ada anggota masyarakat yang menyebarkan paham komunis atau ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila, laporkan kepada aparat. Jangan main hakim sendiri," katanya. (*).

Laporan/Editor: M Furqon.



Leave a Comment