Pemkab Lambar Berkomitmen Jadikan Liwa Kota Budaya

img
Kabid Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lambar, Riadi. Foto. Lem.

MOMENTUM, Liwa--Penataan Kota Liwa sebagai Kota Budaya menjadi salah satu komitmen Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus-Mad Hasnurin.

Hal itu sesuai dengan janji politik Parosil-Mad Hasnurin yang dibingkai dalam Pitu (Tujuh) Program Bupati Lampung Barat.

Namun, Kabid Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lambar, Riadi, menyebutkan penataan sebagai Kota Budaya harus memenuhi beberapa unsur.

Riadi menyebut, sedikitnya ada 10 unsur yang menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan Kota Budaya. Antara lain, sastra lisan, manuskrif, kesenian dan pengetahuan tradisional masih terjaga dengan baik.

"Selain itu, ritus dan teknologi tradisional serta permainan tradisional masih dikenal masyarakat. Semua itu harus terjaga dan sering terlihat," ujar Riadi saat di temui di ruang kerjanya, Senin (14-9-2020).

Riadi juga mengatakan tolak ukur keberhasilan tidak luput dari masih terjaganya sanggar-sanggar seni di masyarakat dan organisasi yang berhubungan dengan budaya. Misalnya, sanggar budaya jug harus berbadan hukum.

Tolok ukur yang lain, didukung infrastruktur, seperti, tersedianya gedung budaya dan sangar terdokumentasi secara rapi. Tujuannya, mempermudah masyarakat untuk mengetahui informasi yang berhubungan dengan budaya.

"Masyarakat tidak kesulitan saat menanyakan masalah sanggar dan segala macam yang berhubungan dengan budaya," tambahnya.

Selain itu, banyak pentas pentas budaya yang sudah berkembang dan tumbuh di masyarakat. (*)

Laporan: Sulemy.

Editor: M Furqon.




Leave a Comment