Sejumlah Ikon Kota di Lampung Barat Tampak Tak Terawat

img
Jalur Dua Jalan Raden Intan, mulai dari Kelurahan Pasar Liwa hingga Kelurahan Waymengaku, Kecamatan Balikbukit, Foto: Sulemy.

MOMENTUM, Liwa -- Sejumlah ikon dan fasilitas umum di pusat Kota Liwa, Kabupaten Lampung Barat, terpantau dalam kondisi kurang terawat. Padahal, setiap tahun ratusan juta rupiah dialokasikan untuk pemeliharaan dan penataan wajah kota.

Beberapa lokasi yang terlihat memprihatinkan di antaranya Taman Kota Liwa dan Taman Hamtubiu. Di Taman Hamtubiu, sejumlah ornamen penunjang seperti air mancur dilaporkan hanya berfungsi sesekali. Kondisi serupa juga terlihat pada tugu selamat datang di Kecamatan Sumberjaya.

Selain itu, ornamen pembatas Jalur Dua Jalan Raden Intan, mulai dari Kelurahan Pasar Liwa hingga Kelurahan Waymengaku, Kecamatan Balikbukit, juga tampak kurang terawat. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses utama di pusat Kota Liwa sekaligus jalur menuju kompleks perkantoran Pemkab Lampung Barat.

Di sepanjang pembatas jalan, terlihat rumput liar tumbuh cukup lebat hingga mendekati bahu jalan. Sejumlah bagian ornamen juga tampak kusam dan beberapa di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan.


Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2025, lalu Dinas Lingkungan Hidup (DLH)Lampung Barat mengalokasikan anggaran sekitar Rp191 juta untuk pemeliharaan sejumlah fasilitas umum dan ornamen tata kota.

Kepala Seksi Pertamanan DLH Lampung Barat, Wayan, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pada tahun lalu pihaknya mengelola anggaran untuk perawatan ornamen penunjang tata pertamanan.

Menurutnya, anggaran tersebut digunakan untuk pemeliharaan rutin di sejumlah titik, antara lain monumen selamat datang di Kelurahan Pasar Liwa, monumen di depan Hotel Darsono, monumen di depan SPBU Liwa, monumen di depan Taman Hamtubiu, serta pengecatan pembatas jalan di Jalur Dua Raden Intan dari Pasar Liwa hingga depan Pengadilan Negeri Liwa di Kelurahan Waymengaku.

“Anggaran digunakan untuk pemeliharaan monumen selamat datang di Pasar Liwa, monumen depan Hotel Darsono, depan SPBU, depan Taman Hamtubiu, serta pengecatan pembatas jalan sepanjang Jalan Raden Intan dari Pengadilan Negeri sampai Pasar Liwa,” ujarnya.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah lokasi yang disebutkan masih terlihat kusam dan terkesan kurang terawat. Kondisi ini memunculkan harapan agar penataan dan pemeliharaan fasilitas umum di pusat kota dapat lebih dioptimalkan ke depan. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos