MOMENTUM, Bandarlampung--Di tengah teriknya aspal jalur nasional dan kepulan debu kendaraan, sebuah bangunan sederhana namun sejuk berdiri tegak di tepi jalan.
Bukan sekadar tenda biasa, tempat itu adalah oase bagi para pemudik yang tengah menempuh ratusan kilometer menuju kampung halaman.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung tahun ini bukan hanya memastikan jalanan bebas dari lubang.
Tetapi juga menyiapkan tempat singgah bagi para pemudik berupa 13 posko mudik yang tersebar di jalan nasional dan satu di jalan tol.
BPJN pun menyiapkan berbagai macam fasilitas yang dapat dinikmati para pemudik.
Mulai dari ruangan ber-AC, jaringan WiFi, hingga tempat untuk rebahan bagi yang hendak beristirahat.
Bagi mereka yang ingin menunaikan kewajiban, sebuah musala bersih pun sudah disiapkan di tiap posko.
"Kalau mau istirahat bisa singgah di sini, silakan salat. Semuanya gratis," kata Kepala BPJN Lampung Ali Duhari, saat memantau salah satu posko pada Senin (16-3-2026).
Menurut dia, musuh terbesar para pemudik adalah rasa kantuk dan lelah.
Sehinggga 12 posko di jalan nasional dan satu di jalan tol itu beroperasi non-stop 24 jam.
Guna memastikan setiap nyawa yang melintas bisa sampai ke pelukan keluarga dengan selamat.
Ali mengingatkan bahwa mengejar waktu sampai ke tujuan jangan sampai mengabaikan keselamatan.
"Tetap berhati-hati, patuhi aturan. Kalau lelah, silakan mampir ke posko kami. Jaga fisik agar tetap prima," imbaunya.
Selain menjadi tempat istirahat, posko itu juga menjadi lokasi persediaan TCM (tambalan cepat mantap).
TCM itu terdiri dari aspal dingin yang digunakan untuk menambal jalan dan stamper. Kedua alat itu dimaksudkan untuk memperbaiki jalan yang berlubang selama arus mudik berlangsung.
"Jadi kalau ada lubang baru dan aspal pabrikan belum bisa produksi, kita langsung tambal pakai ini," tutupnya. (**)
Editor: Agung Darma Wijaya
