Pembunuh "ulekan" di Panjang Divonis 15 Tahun

img
Persidangan terdakwa pembunuhan divonis 15 tahun penjara di Pengadidilan Negeri (PN) Tanjungkarang Bandarlampung, Selasa (26/9).Foto:Agung Chandra Widhi.

Harianmomentum--M Nasir (42), pelaku pembunuhan yang menggunakan 'ulekan' atau batu penggilingan terhadap Bambang Irawan di Jalan Yos Sudarso Panjang sekira 26 November 2014 divonis 15 tahun penjara.

 

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa (26/9), Majelis hakim yang diketuai Lazuardi menetapkan terdakwa secara sah telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap rekannya. 

 

"Berdasarkan fakta-fakta persidangan yang ada, perbuatan terdakwa secara sah telah memenuhi unsur pidana pasal 338 KUHP tentang pembunuhan," kata Lazuardi.

 

Atas perbuatannya, majelis hakim menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara dikurangi masa hukuman yang sudah dijalaninya.

 

"Majelis hakim dan Jaksa penuntut umum (JPU) telah sepakat menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada terdakwa," terangnya.

 

Hakim melanjutkan, hukuman tersebut sudah didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan, diantaranya melihat dari keterangan saksi-saksi yang ada. "Majelis juga sudah mendengarkan keterangan saksi-saksi yang semuanya telah memberi kesaksiannya di bawah sumpah dan membenarkan kejadian itu," jelasnya.

 

Selain itu, ia melanjutkan, ada juga barang bukti berupa hasil visum dari RSUD (rumah sakit umum daerah) yang menyimpulkan bahwa pada pemeriksaan korban Bambang Irawan, ditemukan luka pada kepala belakang kiri dan dagu serta patah tulang belakang akibat pukulan benda tumpul.

 

"Barang bukti lainnya yaitu satu potong celana panjang terdakwa yang berlumur darah, satu buah batu giling bundar, baju, seprai yang semuanya terdapat bercak darah," jelasnya.

 

Majelis hakim juga memaparkan beberapa hal yang meringankan terdakwa, diantaranya terdakwa belum pernah dihukum, terus terang dan berlaku sopan di pengadilan, serta terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

 

"Sedangkan yang memberatkan terdakwa yaitu terdakwa melarikan diri usai melakukan perbuatannya dan tidak bertanggung jawab selama dua tahun lamanya sampai akhirnya tertangkap. Kemudian perbuatan itu dilakukan terdakwa kepada kawannya sendiri," jelas hakim.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Qori menuturkan bahwa hukuman tersebut telah sesuai dengan tuntutannya. "Hukuman 15 tahun penjara itu sudah yang maksimal, karena terdakwa tidak berencana untuk melakukan pembunuhan itu," terangnya. (acw)






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos