MOMENTUM, Bandarlampung -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mendorong Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Lampung untuk menata pembinaan secara terukur dan berkelanjutan sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua II KONI Provinsi Lampung, Riaagus Ria, saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran pengurus, pelatih, dan tim teknis FGI Lampung di Bandarlampung, Senin, 19 Januari 2026. Rapat tersebut membahas pemantapan program pembinaan atlet serta persiapan jangka panjang menuju PON XXII Tahun 2032.
“KONI Lampung mendorong FGI segera membangun sistem pembinaan yang terukur. Gimnastik harus menjadi salah satu cabang unggulan Lampung menuju PON 2032. Karena itu, perencanaan sejak dini sangat penting,” ujar Riaagus Ria.
Dalam rapat tersebut, FGI Lampung menyampaikan rencana mengusulkan gimnastik sebagai salah satu cabang yang dipertandingkan pada PON 2032, dengan GSG Universitas Lampung sebagai opsi awal venue pertandingan.
Selain itu, FGI Lampung juga akan melaksanakan Musyawarah Provinsi dan pelantikan kepengurusan, serta menerapkan sistem levelisasi atlet sebagai bagian dari pembinaan berjenjang.
Riaagus Ria menegaskan, KONI Lampung mendukung langkah FGI yang terbuka melibatkan pihak ketiga dalam pengembangan organisasi, selama program pembinaan atlet berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Saat ini, latihan atlet gimnastik Lampung terus dilakukan secara intensif pasca PON Aceh–Sumatera Utara, dengan memanfaatkan sejumlah fasilitas latihan seperti Hall C KORMI, Gedung Pahoman, Gedung Kemuning, serta Hall B dan BMBK. Latihan dilaksanakan setiap hari dengan peningkatan intensitas pada akhir pekan.
Namun demikian, Riaagus Ria mengakui masih terdapat keterbatasan sarana latihan, khususnya alat dan lantai standar gimnastik. KONI Lampung, kata dia, akan mengawal upaya FGI untuk memperoleh dukungan pengadaan peralatan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
FGI Lampung sendiri tercatat aktif mengikuti berbagai kejuaraan nasional dan internasional, mulai dari Kejuaraan Nasional, Asian Championship, Kejuaraan Dunia di Jerman, hingga Indonesia Open. Sejumlah atlet Lampung bahkan telah tampil di ajang internasional di Brasil sebagai bagian dari jalur kualifikasi dunia.
“Potensi atlet junior Lampung sangat menjanjikan. Target kami, pada 2027 performa atlet junior sudah mendekati level senior. Dengan pembinaan konsisten, Lampung bisa bersaing dengan daerah-daerah besar,” kata Riaagus Ria.
Rapat koordinasi tersebut juga menyepakati penguatan pembinaan sumber daya manusia juri, peningkatan event kelompok umur, pemberian uang pembinaan atlet, serta persiapan lapis kedua atlet menuju PON 2032.
“Kami optimistis, dengan sinergi KONI dan FGI, gimnastik Lampung akan tumbuh menjadi kekuatan baru di tingkat nasional,” katanya. (**)
Editor: Muhammad Furqon
