MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong penggunaan pupuk organik cair (POC). Sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Lampung Elvira Ummihani meyakono, penggunaan POC terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah dan berpotensi mendongkrak hasil panen hingga 15 persen.
"Pemanfaatan POC tidak hanya mengurangi penggunaan pupuk kimia, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan produksi. Kami perkirakan hasil panen bisa naik sekitar 15 persen," kata Elvira, Kamis (19-2-2026).
Bahkan, dia menjelaskan, jika kelompok tani (Poktan) mampu memproduksi POC secara mandiri, maka biaya produksi pertanian dapat ditekan.
Sehingga, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pupuk kimia yang harganya cenderung fluktuatif.
"Dengan meningkatnya produksi dan efisiensi biaya, pendapatan petani pun diharapkan ikut terdongkrak. Ketika hasil meningkat dan biaya lebih hemat, kesejahteraan petani tentu akan lebih baik," jelasnya.
Pada tahun 2025, Pemprov telah menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pembuatan POC kepada 500 kelompok tani yang terdiri dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan koperasi di berbagai kabupaten/kota.
"Program tersebut akan dilanjutkan pada 2026 dengan target penambahan sekitar 1.000 titik di 15 kabupaten/kota yang saat ini masih dalam tahap verifikasi," terangnya.
Setiap unit produksi POC diperkirakan mampu menjangkau lahan hingga 400 hektar. Sementara satu kelompok tani rata-rata beranggotakan 20 hingga 30 petani.
"Gubernur Lampung menargetkan penggunaan POC dapat diterapkan di satu juta hektar lahan pertanian, mencakup sektor tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan," sebutnya.
Adapun sejumlah syarat yang harus dipenuhi antara lain ketersediaan lokasi unit produksi di desa, kesiapan mengikuti bimbingan teknis (bimtek), komitmen memproduksi POC secara mandiri dengan pendampingan, serta penerapannya di seluruh lahan anggota.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan petani, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mewujudkan sistem pertanian Lampung yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. (**)
Editor: Agung Darma Wijaya
