MOMENTUM, Bandarlampung--Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung menargetkan seluruh lubang tertutup untuk memastikan kenyamanan pemudik.
Penutupan lubang di jalan nasional yang ada di Lampung tersebut ditargetkan selesai pada sebelum H-10 Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Hal itu disampaikan Kepala BPJN Lampung Ali Duhari saat memberikan keterangan pers, Jumat (6-3-2026).
Ali mengatakan, berdasarkan data per 6 Maret 2026 terdapat 7.174 titik lubang di jalan nasional. Dari jumlah tersebut, 5.721 titik sudah ditangani, sementara 1.919 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
"Progres penanganan lubang saat ini sudah mencapai sekitar 79,75 persen. Target kita sebelum H-10 Lebaran seluruh lubang sudah tertutup sehingga jalan lebih aman dilalui pemudik," kata Ali.
Menurut dia, perbaikan jalan di lapangan masih terus dilakukan oleh petugas bersama para perusahaan penyedia jasa konstruksi.
Penanganan lubang dilakukan dengan metode cold milling atau pengupasan permukaan aspal yang rusak sebelum dilakukan penambalan.
Ali menjelaskan, dalam praktiknya beberapa lubang yang berdekatan biasanya ditangani sekaligus dalam satu bidang agar lebih efektif.
"Kalau lubangnya bergerombol misalnya ada 10 titik di satu lokasi, biasanya langsung kita kotakkan jadi satu untuk ditambal. Tapi kalau lubangnya satu-satu justru lebih sulit karena harus dikerjakan satu per satu," jelasnya.
Dia mengungkapkan, lubang terbanyak tercatat berada di Jalan Lintas Tengah. Terlebih, kemantapan jalan di lintas tengah merupakan paling rendah dibandingkan jalan nasional lainnya.
Meski demikian, dia menyebutkan, penanganan jalan berlubang terkendala cuaca yang masih musim penghujan.
"Aspal itu idealnya dihampar dalam kondisi panas, sehingga kalau hujan tentu menjadi kendala di lapangan. Tapi teman-teman tetap bekerja agar target sebelum Lebaran bisa tercapai," tuturnya. (**)
Editor: Agung Darma Wijaya
