Putra Daerah Jadi Pucuk Pimpinan BRI di Lampung

img
Andreas Chandra Santoso, CEO Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 5 Bandarlampung menyerahkan cinderamata kepada Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah

MOMENTUM, Bandarlampung-- Keinginan Andreas Chandra Santoso untuk bertugas di Provinsi Lampung tidaklah mudah. Butuh waktu 20 tahun, hingga akhirnya berhasil mewujudkan mimpi untuk mengabdi di daerah asalnya. 

Ya, Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung (Unila) itu kini dipercaya sebagai Regional Chief Executif Officier (CEO), Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 5 Bandarlampung.

Posisi strategis itu belum genap sebulan diemban. Banyak lika-liku yang dialami selama mengabdi pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. Namun, ada cerita lucu di balik kesuksesannya.

Usai menyelesaikan program sarjananya di tahun 2002 lalu, Andreas pernah dua kali gagal ketika mendaftar menjadi karyawan BRI.

“Iya, dua kali lamaran saya ditolak oleh BRI dulu. Kalau dipikir-pikir memang lucu. Tapi mungkin begitulah takdir saya,” ungkap Andreas, di kantornya, Rabu (4-3-2026).

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung (Unila) itu banyak bercerita, saat menerima kunjungan Wirahadikusumah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung.

Di hadapan Wira, Andreas menguraikan perjalanan karir perbankannya yang dimulai dari staf bagian kredit (Credit Officer), di Kantor Cabang BRI Krekot, Jakarta Pusat.

Hingga akhirnya ditempatkan di sejumlah kantor wilayah di Indonesia. Seperti Balikpapan, Kendari, Kota Gresik, Payakumbuh, Sumatera Barat. Kota Batam kemudian pindah lagi ke Jakarta.

Awal Februari 2026, Andreas mendapat amanah menjadi pucuk pimpinan BRI di Lampung. Tugasnya tentu tidak mudah. Selain menjalankan bisnis perusahaan, dia juga berkewajiban untuk turut andil dalam pembangunan daerah. 

“Tugas saya bukan sekedar menjalankan bisnis perbankan, tapi harus punya andil dalam pembangunan Lampung. Terlebih saya putra daerah. Tentu tidak mudah, tapi saya suka tantangan ini,” tegasnya.   

Andreas mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus menyelaraskan program. Antara bisnis BRI dengan program pembangunan daerah yang digagas gubernur Lampung.

Salah satunya menggagas Desa Brilian dengan konsep wisata, berkerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung. 

“Masih tahap penjajakan. Beberapa waktu lalu sudah bertemu Kepala Disparekraf terkait rencana ini,” katanya.

Sedangkan program yang sudah berjalan yakni; pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui ekosistem yang berkesinambungan.

Ada beberapa komoditi yang sedang digarap. Seperti kopi, tapioka, dan daging sapi.

Tujuan program ini, petani diuntungkan dengan harga jual hasil panen lebih tinggi. Sedangkan pembeli juga mendapat pasokan barang dengan mudah.

“Dengan program itu, kehadiran BRI di tengah masyarakat akan lebih dirasakan manfaatnya. Petaninya sejahtera pengusahanya untung. Kredit pun lancar. Itu tujuan kami,” pungkas Andreas, yang menyelesaikan studinya dari SD hingga bangku kuliah, di Lampung. (red)









Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos