MOMENTUM, Menggala -- M. Aris Pratama Hanan resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tulangbawang masa bakti 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI di Gedung Serba Guna (GSG) Menggala, Kamis (30/4/2026).
Kemenangan tanpa perlawanan ini langsung diikuti dengan penegasan target politik: menaikkan perolehan kursi DPRD dari tujuh menjadi 10 kursi pada pemilu mendatang.
Musda XI diawali dengan kegiatan Gerakan Lampung Menanam, dilanjutkan arak-arakan penyambutan adat Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Hanan A. Rozak beserta jajaran, sebelum acara pembukaan yang berlangsung meriah dengan penampilan seni budaya daerah.
Forum Musda kemudian menetapkan sekaligus melantik kepengurusan baru DPD Partai Golkar Tulangbawang. Selain Aris sebagai ketua, Feriyanto dipercaya sebagai sekretaris dan Dian Prayoga sebagai bendahara untuk masa bakti 2026–2031.
Pelantikan dipimpin Ketua Harian DPD Golkar Provinsi Lampung Riza Mihardi, didampingi Hanan A. Rozak, Sekretaris Aprozi Alam, dan Bendahara Tony Eka Candra.
Dalam pidato politik pertamanya, Aris menegaskan arah kepemimpinannya: memperkuat mesin partai dan memastikan Golkar kembali menjadi kekuatan dominan di Tulangbawang.
“Target kami jelas, dari tujuh kursi menjadi 10 kursi DPRD. Ini bukan sekadar angka, tapi langkah strategis untuk memperkuat posisi Golkar dalam menentukan arah kebijakan daerah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi total dari tingkat kabupaten hingga desa, serta membuka ruang pembinaan dari struktur provinsi dan pusat.
“Kami siap bergerak satu komando, memperkuat struktur hingga akar rumput, dan memastikan Golkar hadir serta dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Aris turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader, organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, serta sayap partai yang telah memberikan dukungan penuh dalam Musda.
Sementara itu, Bendahara DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Tony Eka Candra, yang mewakili ketua, mengingatkan pentingnya soliditas internal sebagai kunci kemenangan.
“Tidak ada ruang untuk konflik internal. Jauhkan saling menjatuhkan. Kita harus kompak jika ingin menang,” tegasnya.
Ia juga mendorong pengurus untuk memperkuat konsolidasi hingga tingkat kampung serta mengaktifkan peran organisasi pendiri dan sayap partai seperti SOKSI, MKGR, AMPI, dan AMPG.
“Golkar harus kembali dekat dengan rakyat. Jadikan kantor partai sebagai rumah aspirasi dan pusat perjuangan masyarakat,” pesannya. (**)
Editor: Muhammad Furqon
