Peringatan HANI, Surajaya: Jangan Beri Ruang Narkoba

img
Abdullah Surajaya. Foto: Ist.

MOMENTUM, Gunungsugih--Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), diharapkan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan kembali, bahwa narkotika masih menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia, keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.

Oleh karena itu, Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PAN Abdullah Surajaya mengajak khususnya di Kabupaten Lampung Tengah untuk bersama-sama berperan aktif untuk menjaga wilayah agar terbebas dari ancaman narkoba. 

Surajaya yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Lampung Tengah menjelaskan bahwa persoalan narkoba telah berkembang menjadi masalah yang kompleks, karena menyentuh berbagai lapisan sosial, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga kalangan profesional. Karena itu, upaya pencegahan dan pemberantasannya harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa.

"Bahaya narkotika tidak hanya terletak pada dampak fisiknya yang merusak kesehatan tubuh, tetapi juga pada kemampuannya menghancurkan akal sehat, moralitas, dan masa depan seseorang. Banyak anak muda yang semula memiliki cita-cita tinggi dan masa depan cerah harus kehilangan kesempatan hidup akibat terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Tidak sedikit pula keluarga yang hancur, pendidikan yang terputus, dan kehidupan sosial yang rusak karena pengaruh barang haram tersebut," kata Surajaya, Kamis (25/06/2026). 

Lebih dari itu, kata Surajaya, narkotika juga dapat dipandang sebagai ancaman terhadap masa depan bangsa. Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi, yang ditandai jumlah penduduk usia produktif sangat besar. Kondisi ini seharusnya menjadi modal utama untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan daya saing bangsa. 

Namun, lanjut Surajaya, bonus demografi tersebut dapat berubah menjadi bencana apabila generasi mudanya terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Bangsa yang kehilangan generasi mudanya adalah bangsa yang kehilangan masa depannya.

"Para bandar dan jaringan pengedar narkotika memahami betul, bahwa sasaran paling potensial adalah anak-anak muda. Mereka memanfaatkan rasa ingin tahu, tekanan pergaulan, pencarian jati diri, hingga berbagai persoalan psikologis yang dihadapi remaja," katanya. 

"Karena itu, pencegahan tidak cukup dilakukan melalui pendekatan hukum semata. Dibutuhkan pendidikan, pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai agama, dan pengawasan sosial yang berkelanjutan," ujarnya. 

Surajaya menambahkan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan tersebut. Rumah adalah benteng pertama yang dapat melindungi anak-anak dari pengaruh buruk lingkungan.

"Komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak, keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, serta penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi yang tidak tergantikan dalam membangun ketahanan keluarga terhadap ancaman narkoba," ungkapnya. 

Menurutnya, lembaga pendidikan, pesantren, sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan juga memiliki tanggung jawab yang besar. Pendidikan tidak cukup hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga harus membentuk karakter yang kuat. 

"Generasi yang memiliki keimanan, integritas, dan tujuan hidup yang jelas akan lebih mampu menolak berbagai godaan yang dapat merusak masa depannya," imbuhnya. 

Di sisi lain, tambah Surajaya, penegakan hukum yang tegas terhadap jaringan peredaran narkotika tetap harus dilakukan. Negara tidak boleh kalah oleh para bandar yang mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain. Peredaran narkoba bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan kejahatan yang mengancam kualitas sumber daya manusia dan ketahanan nasional.

Masih kata Surajaya, terhadap para pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika, pendekatan rehabilitatif dan kemanusiaan perlu terus dikedepankan. Mereka harus dibantu untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan yang produktif. Stigma sosial yang berlebihan justru dapat menghambat proses pemulihan mereka. (*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos