MOMENTUM, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mematangkan persiapan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Event pariwisata tahunan tersebut mengusung tema “Nengah Nyappur” dan akan berlangsung pada 25-30 Agustus 2026 di Bandarlampung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Tony Ferdinansyah menyampaikan hal tersebut dalam press conference Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di El's Coffee Roastery, Rabu (12/8/2026).
Tony mengatakan Festival Krakatau tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi menjadi etalase untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, kreativitas masyarakat, dan potensi pariwisata Lampung ke tingkat nasional maupun internasional.
“Hari ini kita ingin menyampaikan sebuah pesan bahwa Lampung memiliki kekayaan alam, budaya, kreativitas, dan potensi pariwisata yang sangat besar untuk terus kita angkat ke tingkat nasional bahkan internasional. Dan salah satu ruang untuk memperkenalkan seluruh potensi tersebut adalah melalui Festival Krakatau, yang tahun ini telah memasuki usia ke-35,” ujar Tony.

Menurutnya, tema “Nengah Nyappur” merefleksikan nilai kebersamaan dan keterbukaan yang menjadi bagian dari kearifan lokal Lampung. Karena itu, pemerintah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk mengembangkan sektor pariwisata.
“Pariwisata tidak dapat dibangun hanya oleh pemerintah. Pariwisata harus dibangun bersama oleh pemerintah, pelaku usaha, komunitas, seniman, budayawan, UMKM, generasi muda, masyarakat, dan tentu saja rekan-rekan media serta insan pers,” tegasnya.
Festival Krakatau XXXV menghadirkan sejumlah agenda unggulan, antara lain Festival Kuliner Krakatau dengan lebih dari 50 tenant, Krakatau Coffee Expo, kompetisi barista, perlombaan seni dan budaya, Seruit Battle (Serbet), serta Krakatau Run yang menyediakan kuota 1.500 peserta.
Rangkaian kegiatan kemudian mencapai puncaknya melalui Lampung Tapis Carnaval yang diproyeksikan melibatkan sekitar 6.000 peserta.
Pemerintah Provinsi Lampung juga melibatkan pelaku usaha pariwisata dalam penyelenggaraan festival. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyiapkan program Great Sale berupa diskon hingga 15 persen bagi wisatawan pada 20-30 Agustus 2026.
Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menyiapkan paket perjalanan khusus Festival Krakatau untuk wisatawan.
Dari sisi pembiayaan, Pemprov Lampung mengedepankan efisiensi anggaran melalui pola kemitraan strategis pentahelix. Tony menyebut sebagian besar pembiayaan kegiatan berasal dari dukungan sponsor.
“Pelaksanaan kegiatan Festival Krakatau 2026 ini bekerja sama dengan pihak sponsor, di mana lebih kurang 90% sampai dengan 95% itu adalah dana dari sponsor,” jelas Tony.
Panitia juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung untuk menerapkan konsep Zero Waste Festival. Konsep tersebut mencakup gerakan kebersihan dan pengelolaan sampah terpadu di seluruh area kegiatan.
Untuk aspek teknis dan perizinan, penyelenggara telah mengantongi izin penggunaan ruang publik dari Pemerintah Kota Bandarlampung. Panitia juga berkoordinasi dengan Polda Lampung dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kelancaran lalu lintas, keamanan, serta kesiapsiagaan medis selama kegiatan.
Pemprov Lampung berharap Festival Krakatau XXXV mampu mendorong pergerakan ekonomi daerah, meningkatkan aktivitas UMKM lokal, serta menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berikut rangkaian kegiatan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026:
25 Agustus: Perlombaan Solo Song dan Fun Battle Coffee.
26 Agustus: Perlombaan Modern Dance, Zumba Session, Coffee Pairing Competition, serta Workshop Coffee.
27 Agustus: Perlombaan Festival Band, Final Fun Battle Coffee, dan Workshop Coffee.
28 Agustus: Perlombaan Seruit Battle, Mengan Balak, Lomba Mewarnai, Lomba Fashion Show, Final Coffee Pairing, dan Workshop Coffee.
29 Agustus: Krakatau Run, Grand Final Perlombaan, dan Malam Pembukaan Festival Krakatau.
30 Agustus: Lampung Tapis Carnaval dan Malam Pesona Kemilau Krakatau.(*)
Editor: Muhammad Furqon
