Ngupi Bebakhong Bahas Stunting, Sekda Lambar Minta Gerakan Nyata

img
Sekretaris Daerah Lampung Barat Nukman pimpin agenda rutin mingguan Ngupi Bebakhong. Foto: Ist.

MOMENTUM, Liwa--Pemerintah Kabupaten Lampung Barat membahas upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting dalam agenda rutin mingguan Ngupi Bebakhong di Aula Kagungan Setdakab Lampung Barat, Senin (5/10/2026).

Pertemuan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Barat Nukman dan dihadiri Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Plt. Asisten II Bidang Administrasi Umum, para staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), seluruh camat, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Lampung Barat.

Ngupi Bebakhong merupakan forum rutin Pemkab Lampung Barat untuk melakukan koordinasi, evaluasi, dan pembahasan berbagai program pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pertemuan kali ini, pembahasan difokuskan pada pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan menekankan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat pekon.

Sekda Lampung Barat Nukman mengatakan, stunting bukan hanya persoalan kesehatan dan gizi, tetapi berkaitan dengan masa depan anak dan pembangunan daerah dalam jangka panjang.

“Berbicara tentang stunting, maka yang sedang dibicarakan tentang masa depan anak yang juga masa depan Kabupaten Lampung Barat,” ujar Nukman.

Karena itu, ia meminta rapat koordinasi tersebut menghasilkan langkah konkret dalam penanganan stunting, bukan hanya berhenti pada pembahasan dan penyusunan dokumen.

“Saya berharap rapat koordinasi ini, percepatan penanganan stunting harus menentukan gerakan yang nyata, terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Nukman menjelaskan, stunting merupakan persoalan multidimensional yang dipengaruhi berbagai faktor, antara lain pola makan yang tidak seimbang, pola asuh dan perilaku ibu serta anak, kondisi sanitasi, hingga keterbatasan akses air bersih.

Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu perangkat daerah. Diperlukan kolaborasi mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, pekon, puskesmas hingga masyarakat.

“Penanganan stunting membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan pekon, serta masyarakat harus memiliki tanggung jawab yang sama agar upaya ini benar-benar memberikan hasil bagi generasi Lampung Barat ke depan,” katanya.

Ia juga meminta seluruh pihak memastikan data anak yang membutuhkan intervensi tersedia secara akurat. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.

Nukman berharap penguatan koordinasi lintas sektor tersebut memberikan dampak nyata terhadap percepatan penurunan stunting di Lampung Barat, khususnya di wilayah yang menjadi perhatian, seperti Lumbok Seminung dan Gedungsurian.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos