MOMENTUM, Gedongtataan - Museum Ketransmigrasian Lampung di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, menutup sementara layanan kunjungan masyarakat pada 14-18 Agustus 2026.
Penutupan dilakukan karena museum sedang melaksanakan perawatan berkala berupa fumigasi koleksi untuk mencegah hama dan serangga yang berpotensi merusak benda-benda koleksi.
Kasi Teknis Museum Ketransmigrasian Lampung Nurhani mengatakan fumigasi merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi koleksi agar tetap terawat dan terhindar dari kerusakan akibat hama.
“Penutupan sementara ini karena sedang dilaksanakan kegiatan fumigasi koleksi museum,” kata Nurhani, Minggu (16/8/2026).
Fumigasi merupakan proses pengendalian hama menggunakan bahan tertentu dalam bentuk gas atau uap untuk membasmi organisme pengganggu yang dapat merusak benda koleksi.
Menurut Nurhani, perawatan tersebut penting dilakukan, terutama terhadap koleksi yang rentan mengalami kerusakan akibat serangan hama.
“Selama proses fumigasi berlangsung, masyarakat untuk sementara tidak dapat melakukan kunjungan ke museum,” ujarnya.
Penutupan sementara dilakukan agar proses perawatan koleksi dapat berlangsung secara optimal. Museum Ketransmigrasian Lampung dijadwalkan kembali melayani kunjungan masyarakat mulai 19 Agustus 2026.
Nurhani berharap masyarakat dapat memahami penutupan sementara tersebut karena dilakukan untuk kepentingan perawatan dan pelestarian koleksi.
“Setelah kegiatan selesai, museum akan kembali dibuka untuk kunjungan pada 19 Agustus 2026,” katanya.
Museum Ketransmigrasian Lampung merupakan salah satu museum yang menyimpan koleksi dan informasi mengenai sejarah transmigrasi atau kolonisasi di Lampung yang dimulai pada 1905.
Perawatan koleksi menjadi bagian penting dalam menjaga warisan sejarah tersebut agar tetap dapat dipelajari dan dinikmati masyarakat.(*)
Editor: Muhammad Furqon
