MOMENTUM, Jakarta--ASUS memperluas lini laptop bisnisnya dengan meluncurkan ASUS ExpertBook P3 G1 (P3406CCAP). Perangkat ini menyasar profesional, tenaga pendidik, dan pekerja hybrid yang membutuhkan laptop ringan dengan dukungan performa dan fitur keamanan untuk menunjang pekerjaan.
ExpertBook P3 G1 memiliki bobot mulai 1,43 kilogram. Perangkat tersebut ditenagai prosesor hingga Intel Core Ultra 7 Processor 255H, dengan dukungan RAM DDR5 hingga 64GB dan penyimpanan dual SSD PCIe 4.0 berkapasitas hingga 2TB.
Commercial Director ASUS Indonesia Eric Khoven mengatakan perangkat tersebut ditujukan bagi perusahaan yang membutuhkan laptop bisnis dengan kemampuan kerja yang memadai dan biaya investasi yang lebih terkendali.
“Dengan ASUS ExpertBook P3 G1, kami ingin memberikan pilihan laptop bisnis yang tangguh dan andal tanpa mengorbankan efisiensi biaya bagi perusahaan yang sedang berkembang,” ujar Eric.
Dari sisi ketahanan, ExpertBook P3 G1 menggunakan sasis berwarna Misty Grey dengan lapisan logam pada bagian lid yang dirancang tahan gores. Perangkat ini juga memenuhi standar ketahanan militer MIL-STD-810H.
ASUS membekali laptop tersebut dengan sistem manajemen termal ExpertCool. Sistem ini dirancang untuk mengalirkan panas ke bagian belakang perangkat sehingga area tangan pengguna tetap nyaman ketika bekerja dengan mouse.
Untuk mendukung mobilitas, laptop ini memiliki desain ringan dengan sejumlah fitur produktivitas. ASUS juga membenamkan layar NanoEdge berasio 16:10 yang telah mendapatkan sertifikasi TÜV Rheinland untuk kenyamanan mata.
Pada bagian input, ExpertBook P3 G1 menggunakan touchpad berukuran lebih besar dan keyboard dengan jarak tekan tombol 1,5 milimeter. Fitur tersebut ditujukan untuk mendukung penggunaan dalam durasi panjang, termasuk ketika mengetik dokumen maupun mengikuti rapat virtual.
Dengan kombinasi prosesor, kapasitas memori dan penyimpanan tersebut, ASUS ExpertBook P3 G1 dirancang untuk menangani pekerjaan seperti multitasking, pengolahan dokumen, serta kebutuhan operasional bisnis sehari-hari.(*)
Editor: Muhammad Furqon
