MOMENTUM, Kotabumi— Apresiasi Lingkungan dan Hutan Indonesia (ALUN) Lampung Utara berencana mengolah sampah plastik kresek menjadi bahan bakar minyak (BBM) sebagai bagian dari pengembangan bank sampah.
Rencana itu mulai dimatangkan dengan melakukan survei lokasi pengolahan sampah plastik di rumah Sukardi, warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, bersama Lurah Rejosari, Selasa (6/10/2026).
Ketua ALUN Lampung Utara Murni Rizal mengatakan pengolahan sampah plastik menjadi BBM diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Rencana tersebut sebelumnya disampaikan ALUN Lampung Utara saat bersilaturahmi dengan Ketua DPRD Lampung Utara Yusrizal di Sekretariat DPRD Lampung Utara, Jumat (2/10/2026).
Yusrizal menyatakan dukungannya terhadap gerakan ALUN dalam pengelolaan lingkungan, termasuk pendampingan pembentukan bank sampah.
"Dewan mensupport gerakan organisasi masyarakat seperti ini, terutama dalam pendampingan pembentukan bank sampah yang bernilai ekonomi sirkular itu," ujar Yusrizal.
Menurut Murni, ALUN Lampung Utara tengah mendorong pendampingan dan pembinaan bank sampah di 15 kelurahan. Rinciannya, sembilan bank sampah berada di Kecamatan Kotabumi, lima di Kecamatan Kotabumi Selatan, dan satu di Kecamatan Bukit Kemuning.
ALUN juga telah melakukan pembinaan terhadap sejumlah bank sampah yang sebelumnya tidak aktif. Selain itu, Bank Sampah Harapan Jaya dibentuk di Kelurahan Tanjung Harapan.
Deklarasi ALUN Lampung Utara direncanakan bersamaan dengan peluncuran Bank Sampah Harapan Jaya.
Ketua Bank Sampah Harapan Jaya Sumito mengatakan bank sampah akan diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengumpulkan sampah dari rumah.
"Kami optimis Bank Sampah Harapan Jaya dapat bergerak membantu mengatasi masalah sampah," kata Sumito.
Rencana pengolahan sampah plastik menjadi BBM tersebut akan dikembangkan melalui pola bank sampah, sehingga sampah yang dikumpulkan masyarakat dapat dipilah dan selanjutnya diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi. (*)
Editor: Muhammad Furqon
