Workshop Darmajaya, Berikut Pemaparan Prof Roy Sembel Soal Fintech

img
Suasana workshop Inkubitek di IIB Darmajaya Provinsi Lampung./ist

Harianmomentum.com--Inovasi teknologi saat ini berdampak pada layanan jasa keuangan. Ditandai dengan bermunculannya lembaga institusi keuangan non formal yang semakin dekat dan cepat melalui genggaman tangan via platform atau dikenal sebagai fintech (financial technology).

Hal itu disampaikan Prof. Ir. Roy Sembel dalam Workshop Fintech and Data Science di Gedung Pascasarjana Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Senin (8-7-2019).

“Indonesia menjadi pasar prospektif bagi Fintech. Dimana nilai transaksi dan jumlah pelaku Fintech di Indonesia terus meningkat. Untuk nilai transaksi, 99% terkait digital payment, 0.11% untuk personal finance dan 0.08% terkait Business Finance. Sementara, jumlah pelaku mayoritas bergerak di bidang sistem pembayaran yang dilanjutkan pembiayaan, market support, dan investasi,“ ujar Co-Founder Commissioner MIOTA International Technology ini.

Co-Founder Mars Data Science ini juga menjelaskan tentang 5 hal penting dalam bisnis menurut Prof Ram Charan yakni cash, profit margin, velocity, growth, dan customer focus.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) IIB Darmajaya. Menghadirkan pembicara lain yakni Hardi Saputra dan Prof. Stud (CEO Mars Data Science, Co-Founder Takapic.com). Dilaksanakan juga Pelatihan Manajemen Operasi, Produktivitas dan Manajemen Kualitas 7 Tools bersama Dr. RZ. Abdul Aziz (Wakil Rektor I IIB Darmajaya).

“Pelatihan-pelatihan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia 2019,” ungkap Kepala Biro Inkubitek, Career Center, dan Rumah Tangga IIB Darmajaya, Niken Paramitasari.

Niken mengatakan, Inkubitek IIB Darmajaya menjadi satu-satunya Inkubator di Lampung yang terpilih untuk menginkubasi tenant yang lolos dalam PPBT Kemenristekdikti 2019. Terdapat lima tenant yakni Sanedu (Bandar Lampung), Angsur (Bandar Lampung), Healthy Fish (Tulang bawang Barat), Banana Peel Vita Organic (Bandar Lampung), dan Emping Jagung Ainun (Pesawaran).

“Kami berharap, rangkaian pelatihan ini bermanfaat bagi tenant untuk menambah ilmu dan wawasan tentang bisnis melalui para pembicara dari kalangan akademisi, dan praktisi. Mudah-mudahan para tenant PPBT ini menjadi startup Lampung yang sukses di masa mendatang,” harapnya.(rls)



Leave a Comment