Dari Menjahit Mahasiswi Darmajaya Raup Belasan Juta

img
Desain baju karya Mayang Novita Sanjaya//ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Mayang Novita Sanjaya, mahasiswi jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis IIB Darmajaya yang berpenghasilan belasan juta rupiah perbulan berkat usaha menjahit yang ditekuninya.

Penghasilan tersebut didapatkannya sejak setahun lalu hingga kini. Berasal dari keluarga yang tidak mapan secara ekonomi, Mayang —biasa dia disapa— memberanikan diri melanjutkan ke perguruan tinggi. Sadar akan kebutuhan perkuliahan, dia pun mendesain baju untuk disewakan hingga dijual. 

Alumnus SMKN 3 Bandar Lampung itu juga mempekerjakan ibu-ibu sekitar kediamannya untuk membantu melayani orderannya. 

“Membina beberapa ibu-ibu sekitar rumah. Mengajari dari dasar menjahit sampai sekarang mereka kerja di rumah saya,” ungkapnya.

Mahasiswi semester VIII ini juga sangat terbantu dengan kuliah di IIB Darmajaya yang mengajari ilmu entrepreneur. 

“Ilmunya di kampus (Darmajaya), membangun keinginan saya jadi pengusaha, mendapat wawasan tentang entrepreneur, strategi bisnis, dan cara mengelola SDM,” ucapnya.

Buah hati pasangan Sidik Sanjaya dan Puji Astuti ini juga telah menelurkan beberapa prestasi dalam ajang fashion show yang diikutinya seperti Ramadhan Fashion Week 2017, 2018, 1019, pemilihan Putri Hijab Lampung 2019 dan pemilihan Putri Hijab Hunt 2019.

Beberapa waktu lalu, dalam acara Flash yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Mayang berhasil menjadi pemenang menyisihkan desainer terkenal dan terkemuka di Lampung. 

"Menurut saya. Banyak desainer Lampung di acara itu yang sudah punya nama dan harganya lumayan mahal,” kata dia.

Kedepan, Mayang akan melaunching Ecoprint 4 dimensi. “Tapi tetap mengutamakan ciri khas Lampung dan kesan modern,” tuturnya.

Pelaksana Tugas Rektor IIB Darmajaya, Ronny Nazar mengatakan, Kampus berkomitmen untuk membekali mahasiswa dalam hal entrepreneur.

”Karena dalam Revolusi Industri 4.0 ini output lulusan tidak hanya handal dalam akademis tapi juga memiliki nilai plus dan mandiri dalam entrepreneur,” ungkapnya.

Mata kuliah entrepreneur dan technopreneur, lanjut Ronny, juga diberikan dalam bangku kuliah. 

“Kita juga memberikan pemahaman entrepreneur dan technopreneur dalam perkuliahan. Darmajaya juga memiliki satu-satunya Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) yang dipilih Kemenristedikti dalam membina dan mendampingi para entrepreneur muda,” jelasnya.(ril/acw)



Leave a Comment