Adegan Mesum RA Diduga Asli

img
Foto: Illustrasi.

Harianmomentum--Kasus video mesum yang terdapat dalam akun Facebook (FB) RA, pegawai KUA di salah satu kecamatan di Kota Bandarlampung kian hangat.

 

Menurut hasil penelitian sementara Dosen Tehnik Informatika IBI Darmajaya, Rionaldi, objek atau orang yang berada di dalam video itu diduga kuat serupa dengan pemilik akun.

Menurut dia, untuk mengecek keaslian sebuah objek yang terdapat di dalam video harus dipisahkan bagian per bagiannya.

 

"Kalau dilihat menggunakan eror level analisis dan dilihat bagian per bagiannya objek di dalam video tersebut tidak mengalami perubahan, jadi saya duga itu asli dilakukan oleh RA," kata Rionaldia kepada harianmomentum.com, saat ditemui di IBI Darmajaya Bandarlampung, Senin (24/07/17).

 

Atas dasar itu, Rionaldia menduga video tersebut bukanlah hasil rekayasa oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

 

Kendati demikian, Rionaldia menjelaskan untuk file videonya memang merupakan hasil editan seseorang dengan menggunakan aplikasi viva video. 

 

"Kalau secara file video itu memang editan, tapi hanya ditambahkan musik terus dipercerah sedikit warnanya biar kelihatan terang, kalau orangnya menurut saya asli, tidak ada pengeditan," tuturnya.

 

Dia menerangkan, pengeditan sebuah video memang bisa dilakukan, namun butuh waktu lama, karena harus dipisahkan setiap bagian framenya. 

 

Untuk frame pada sebuah video terdapat 25 bagian perdetiknya, sehingga kecil kemungkinan untuk diedit. 

 

"Jadi kalau mau ngedit video yang berdurasi 4 menit 53 detik itu, sebanyak 7.325 bagian yang harus diedit satu persatu," jelasnya.

 

Rionaldia menduga, RA sedang melakukan video call dengan seseorang saat viedo itu berlangsung. 

 

Dia menyarankan, untuk lebih memastikannya hal itu harus segera dilaporkan ke kepolisian agar bisa ditindaklanjuti. 

 

"Jika RA tidak bersalah harusnya jangan takut untuk melapor ke kepolisian, agar kasus tersebut bisa diusut tuntas," terangnya.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandarlampung Seraden Nihan mengatakan, segera memanggil RA untuk dimintai keterangan terakit video mesum itu.

 

"Waktu itu dia sudah melapor ke Kepala Sub Bagian TU, tapi dalam waktu dekat ini akan kita panggil lagi, untuk dimintai keterangan," ujar Seraden kepada harianmomentum.com, di Kemenag Kota Bandarlampung. 

 

Kendati demikian, Seraden meminta semua unsur untuk menghormati asas praduga tidak bersalah dalam kasus ini.

Dia menilai permasalahan yang menyeret RA tidak berkaitan dengan instansi KUA dan Kemenag Kota Bandarlampung selagi belum ada pembuktian dari pihak berwajib. 

 

"Itu bukan aib bagi kita, karena belum ada bukti dia bersalah, kita juga tidak bisa berandai-andai," tandasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengamat dan praktisi hukum meminta Kemenag untuk mengusut tuntas dugaan mesum yang dilakukan RA di dalam video yang sudah beredar di akun FB.

 

Sebab, jika persoalan itu menggantung tanpa ada kejelasan dapat berakinbat buruk terhadap citra lembaga Kemenag yang notabene mengurusi soal agama.

 

Menurut praktisi hukum Ginda Ansori, RA yang saat ini mengaku sebagai korban harus segera melaporkan hal itu ke pihak kepolisian agar nama baiknya terjaga.

 

Ginda mengatakan, ada dua hal yang harus diungkap dalam kasus video mesum yang saat ini menjadi viral di media sosial itu.

 

Pertama, apakah benar video itu diunggah oleh orang lain sesuai pengakuan RA, pemilik akun tersebut.

 

Kedua, apakah benar pelaku video mesum yang mirip dengan pemilik akun RA itu adalah hasil rekayasa.

 

“Sebab, bisa saja pengakuan RA yang mengaku sebagai korban bertolak belakang dengan fakta,” kata Ginda, dihubungi melalui sambungan teleponnya Minggu (23/07/17).

 

Hal senada disampaikan Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) Heni Siswanto. Menurut dia, Kemenag merupakan instansi yang menjaga Agama dan moral bangsa harus menunjukkan sikap kepeduliannya.

 

Dia mendesak Kemenag Bandarlampung mengambil sikap tegas terhadap pegawainya yang terlibat dalam video tidak senonoh tersebut.

 

“Kemenag harus mendampingi si korban, agar penanganan video tersebut diserahkan sepenuhnya kepada polisi untuk mencari kebenarannya,” tutur Heni.

 

Diketahui, di dalam akun FB berinisial RA terdapat tiga video yang diunggah pada tanggal 23 Juni 2017. Wajah pemilik akun FB tersebut mirip dengan pemeran wanita dalam video mesum itu.

 

Pada video pertama yang berdurasi 59 detik, terlihat seorang wanita sedang berbaring di atas tempat tidur dengan keadaan setengah bugil, namun tidak begitu jelas apa yang dilakukan karena kameranya ditutupi.

 

Kemudian pada video kedua berdurasi 2 menit 40 detik, masih dengan wanita yang sama, namun kali ini dengan tempat yang berbeda yakni di kamar mandi.

 

Terlihat si wanita berbaringan di dalam bak mandi atau bathtub hanya menunjukkan keadaan dalam kamar mandinya, tidak jelas apa yang dia bicarakan karena suara yang terdengar hanya suara musik.

 

Pada video ketiga yang berdurasi 4 menit 53 detik, terlihat si wanita dalam posisi berbaring di atas tempat tidur dan tampak sedang menangis serta masih berpakaian lengkap.

 

Hingga pada durasi 2 menit 51 detik si wanita sudah dalam keadaan bugil sambil mengarahkan kameranya ke arah (maaf) kemaluannya yang tengah dimainkan pakai jari.

 

Setelah beberapa lama, dia mengarahkan kameranya ke mulutnya hingga video tersebut selesai.

 

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, RA mengakui bahwa akun tersebut memang miliknya, tetapi sudah lama tidak bisa dibuka. 

 

"Itu akun saya, tapi sudah lama tidak bisa dibuka lagi," tutur RA kepada harianmomentum.com, saat ditemui di kantornya, Rabu (19/07/17) lalu.

 

Menurut dia, video yang beredar melalui akunnya merupakan hasil rekayasa oknum yang tidak bertanggungjawab. 

 

"Kalau mukanya memang muka saya, tapi badannya bukan. Itu kerjaan hacker yang mengambil muka saya waktu lagi nangis terus digabung dengan badan orang lain," jelasnya. (adw/AP)






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos