Kuota Biosolar Untuk Lampung Turun 22,9 Juta Liter

img
Ilustrasi

MOMENTUM, Bandarlampung--Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis biosolar untuk tahun 2026 mengalami penurunan.

Berdasarkan data yang diterima harianmomentum.com, alokasi biosolar pada tahun 2026 untuk Lampung ditetapkan sebesar 779.231.000 liter.

Jumlah itu menurun sekitar 22.973.000 liter dibandingkan dengan kuota tahun 2025 yang mencapai 802.204.000 liter.

Sedangkan, penyaluran hingga biosolar hingga 10 Februari 2026 mencapai 63.824.000 liter. Sehingga, kuota biosolar tersisa 715.407.000 liter.

Penurunan kuota juga terjadi pada BBM jenis pertalite dari 784.883.000 liter pada tahun 2025 menjadi 663.420.000 liter di tahun 2026.

Sementara, Kabid Energi Dinas ESDM Lampung Sopian Atiek mengatakan, belum menerima surat resmi terkait penetapan kuota BBM tahun 2026.

"Kita masih menunggu surat resminya untuk penetapan kuota BBM tahun 2026. Kami sudah komunikasi dengan BPH Migas, katanya masih proses di internal," kata Sopian, Selasa (17-2-2026).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengusulkan untuk kuota tahun 2026 ditambah 15 persen dari tahun sebelumnya.

"Kalau untuk BBM kita mengusulkan ada penambahan cukup besar, sampai dengan 15 persen," jelasnya.

Usulan itu mengacu dari jumlah penyaluran pada tahun 2025. Terutama untuk penyaluran BBM jenis biosolar yang melampaui kuota yang ditetapkan.

Bahkan, dia mengungkapkan, Lampung mendapatkan kuota tambahan sebesar 11,5 juta liter untuk biosolar.

"Untuk biosolar, kuota sudah habis tersalurkan. Terus mendapat tambahan hampir 12 ribu kiloliter (12 juta liter). Dari kuota tambahan itu, masih tersisa 6.606 kiloliter," bebernya.

Sedangkan untuk pertalite, dia menyebutkan, penyalurannya memang cukup rendah dan tidak melampaui kuota tahunan.

"Sisa kuota masih banyak sekali. Penyalurannya sampai Desember 2025 hanya 88,46 persen atau tersisa 86.350 kiloliter," sebutnya.

Rendahnya konsumsi pertalite dikarenakan selisih harga dengan BBM nonsubsidi seperti pertamax tidak terlalu jauh.

"Kalau pertalite ini kan pengguna kendaraan kecil menggunakan nonsubsidi, seperti pertamax," tuturnya. (**)









Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos