Lampung Literatur Bedah Buku Empedu Tanah di Unila

img
Bedan buku Empedu Tanah digelar di Unila. Foto. Leaflat.

MOMENTUM, Bandarlampung--Penerbit Lampung Literature akan menghelat acara bedah buku “Empedu Tanah” karya Inggit Putria Marga di Graha Kemahasiswaan Universitas Lampung (Unila), Sabtu (15-2-2020).

Menurut pengelola Lampung Literature, Agit Yogi Subandi, acara tersebut bagian dari peluncuran buku Empedu Tanah“Acara selisik buku ini digagas Komunitas Berkat Yakin (KoBer) dan komunitas peduli literasi di Lampung," ungkapnya, Rabu (12-2-2020).

Kegiatan itu juga untuk membahas lebih dalam terhadap suatu karya dan menjadi ruang interaksi antara pembaca dan penulis buku. "Nanti program-program peluncuran buku yang lain akan dibranding dengan program ini," tutur Yogi.

Acara tersebut dimeriahkan dengan penampilan Kiki Rahmatika yang akan menarikan salah satu puisi Inggit Putria Marga. 

Dalam diskusi, buku kumpulan puisi karya Inggit Putria Marga akan dibahas sastrawan Lampung yaitu Iswadi Pratama (Direktur Artistik Teater Satu) dan Ari Pahala Hutabarat (Direktur Artistik KoBer) dan akan dimoderatori oleh Agit Yogi Subandi.

Di sela-sela pembahasan buku akan tampil beberapa musisi muda, seperti halnya Orkes Ba’da Isya dan Denting. Mereka akan mengekspresikan puisi-puisi Inggit Putria Marga melalui musik.

Pada bagian lain, dia mengatakan, peluncuran buku tersebut diharapkan dapat, minimal, memberi pengetahuan kepada para peserta tentang bagaimana membaca sebuah buku puisi dan bagaimana menikmatinya.

Ruang diskusi ini akan menyajikan pembahasan buku dengan sebuah metode pembahasan yang berbeda dari kedua pembahas, baik dari segi isi maupun struktur.

"Tentu saja dari kedua pembahasan itu, hal yang ingin disasar adalah aspek estetik dari puisi-puisi yang dihadirkan, khususnya puisi dalam buku puisi “Empedu Tanah” ini, sehingga pemahaman kita tentang seni, khususnya puisi, semakin bertambah," jelasnya.

Inggit Putria Marga sebagai penyair perempuan Lampung, yang intens terhadap dunia sastra, khususnya puisi, juga wajib untuk dibahas.

Ia mendapatkan banyak penghargaan dari hasil karyanya, antara lain, Anugerah Kebudayaan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata 2005, 100 Puisi Terbaik Indonesia Pena Kencana 2010, 60 Puisi Terbaik Indonesia 2009, 5 Besar Khatulistiwa Literary Award 2010.

Puisi-puisi Inggit Putria Marga juga sudah diterjemahkan ke Bahasa Perancis dan Bahasa Inggris. Tiga puisinya dalam Bahasa Perancis diterjemahkan oleh Isadora Fichou dan dimuat dalam “Editions Jentayu-Indonesié”, yaitu dari program kerjasama Editions Jentayu dan Yayasan Lontar. Kemudian 3 puisi lagi diterjemahkan dalam Bahasa Inggris oleh John H McGlynn, dimuat dalam Jurnal Sastra Stand-jurnal sastra di Inggris, edisi khusus untuk sastra Indonesia.

Selain penghargaan, dia pernah diundang ke beberapa festival sastra baik di level nasional maupun internasional. Misalnya, Festival Puisi Antar Bangsa-Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, 2010, Ubud Writers Festival, 2009, Festival Sastra Internasional di Utan Kayu, 2005. 

Bedah buku ini, menurut Yogi, diselenggarakan berkerja sama dengan Komunitas Berkat Yakin (KoBer), Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni Universitas Lampung (UKMBS Unila), Kelompok Studi Seni (KSS), Kelompok Studi Kader (Klasika) dan Kedai Kopi Geh. 

Laporan: Rifat Arif.

Editor: M Furqon.




Leave a Comment