Sekolah Swasta di Metro "Mati Segan Hidup Tak Mau"

img
Ilustrasi/ist

MOMENTUM, Metro--Kota Pendidikan menjadi salah satu visi pembangunan Pemerintah (pemkot) Kota Metro, Lampung. Karena itu, upaya peningkatan sarana dan prasarana lembaga pendidikan terus dilakukan pemkot setempat.

Sayang upaya peningkatan tersebut, masih terfokus pada sekolah-sekolah negeri. Sekolah swasta terkesan diabaikan.

Sudah beberapa tahun, sekolah swasta di Kota Metro tidak lagi menerima bantuan anggaran rutin peningkatan mutu belajar mengajar.

"Jangankan dukungan kelengkapan sarana prasarana pendidikan, bantuan anggaran rutin peningkatan mutu belajar mengajar pun sudah beberapa tahun ini tak kami terima," kata Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ma'arif Kota Metro Abdul Manaf, Sabtu (27-6-2020).

Menurut dia, bantuan yang masih diterima dari pemeintah hanya dana BOS (bantuan operasional sekolah).

"Hanya dana BOS dari pemerintah pusat yang masih kami terima. Ditambah bantuan dari pihak yayasan," ungkapnya.

Kondisi tersebut, membuat pihak sekolah kesulitan mememuhi kebutuhan operasional. Apa lagi, menambah sarana dan prasarana pendukung untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar. Akibatnya jumlah siswa terus menurun.

"Dari tahun ke tahun selalu berkurang. Tahun ini saja peserta didik kami hanya 84 orang," ungkapnya.

Padahal, dia melanjutkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan jumlah minat pesrrta didik di sekolah tersebut. Mulai dari sosialisasi keunggulan ekstrakuler, hingga mendatangi rumah-rumah calon peserta didik, agar mau melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut. 

"Semua upaya sudah kami lakukan, menawarkan sekolah dengan biaya ringan, hafal Al-Quran hingga kami datang ke rumah-rumah warga untuk mengajak anak yang baru lulus sekolah dasar supaya bersekolah di sini. Tapi ya itu, kebanyakan calon siswa maunya sekolah  yang saran prasarana baik dan legkap," terangnya.

Kondisi serupa juga terjadi di SMP Muhammadiyah 3 Kota Metro. Sejak tahun 2016, sekolah tersebut tidak pernah lagi mendapat perhatian dari Pemkot Metro melalui dinas pendidikan setempat.

"Tidak ada, kalau dana BOS memang rutin setiap tahun sekolah kami dapat. Kalau dari dinas pendidikan Kota Metro tidak ada sama sekali," kata Kepala SMP Muhammadiyah 3 Kota Metro Aris Sumanto. Selain dana BOS dan bantuan pihak yayasan, upaya memenuhi kebutuhan operasional sekolah terbantu dari pembayaran iuran SPP wali murid.

"Kalau kami tidak ambil pusing dengan kondisi ini. Terpenting kami berniat mendidik siswa dengan kemampuan yang ada," katanya. (**)

Laporan: Adipati Opie

Editor: Munizar



Leave a Comment