Camat-Lurah Mangkir RDP, Komisi I: Ini Pelecehan Lembaga

img
RDP oleh Komisi I DPRD Kota Bandarlampung, hanya Bawaslu-KPU dan perwakilan TNI/Polri yang hadir. Foto: acw

MOMENTUM, Bandarlampung--Para  lurah dan camat di Kota Bandarlampung kompak mangkir dari panggilan Komisi I DPRD kota setempat, Rabu (12-8-2020).

Panggilan terkait rapat dengar pendapat (RDP) soal kekisruhan yang kerap terjadi di kota setempat. Akibat adanya pencegahan dari oknum camat atau lurah terhadap para bakal calon kepala daerah (bacalonkada) yang hendak bersosialisasi. Juga lantaran adanya poster gelap yang beredar secara masif. Poster yang mencatut logo KPU-Bawaslu.

Setidaknya, ada 17 lurah di kota setempat yang dipanggil untuk hadir dalam RDP: Lurah Gulakgalik, Tanjungbaru, Bumiwaras, Sawahberebes, Tanjungagung, Karangmaritim, dan Waytataan.

Selanjutnya Lurah Sukamaju, Sukamenanti, Garuntang, Keteguhan, Gedongair, Campangjaya, Gunungsari, Garuntang, Kotabaru, dan Durianpayung.

Selain para lurah, turut diundang juga seluruh camat, total 20 camat di kota setempat. Namun semuanya pun mangkir alias tidak ada yang hadir dalam RDP yang dimulai sejak pukul 10.30 WIB itu.

Menurut staf penerima undangan, sempat ada satu lurah yang hadir. Lurah Karangmaritim, Umar Paki. Dia pun sempat mengisi buku tamu. 

Namun ketika melihat tidak ada satu pun lurah-camat yang hadir, dia pun kembali keluar dari gedung rapat DPRD kota setempat.

"Tadi sempat dicoret absensinya oleh dia, sebelum keluar gedung," ujar salah satu staf di meja tamu.


Sebelumnya, Ketua Komisi I Hanafi Pulung membuka RDP sekira pukul 10.30 WIB. Meski tanpa kehadiran para camat dan lurah yang sebelumnya telah disurati untuk hadir.

Terkait tidak hadirnya para lurah-camat tersebut, Hanafi Pulung mengungkapkan kekecewaannya.

"Ini pelecehan lembaga dewan, sebab yang kita bahas ini sangat penting," kata Hanafi.

Dia pun akan melaporkan masalah tersebut kepada pimpinan DPRD. Terkait sanksi terhadap para camat-lurah yang mangkir, Hanafi belum bisa memutuskan.

"Nanti setelah kita laporankan baru bisa ketahui apa langkah selanjutnya," jelasnya.

Selain Hanafi, turut hadir Wakil Ketua Komisi I Hendra Mukri, dan beberapa Anggota Komisi setempat: Isfansa Mahani, Benni HN Mansyur, Robiatul Adawiyah, Fandi Tjandra, Ilham Alawi, dan Sidik Efendi.

Dalam RDP tersebut, para legislator menanyai pendapat para penyelenggara pemilu di kota setempat, KPU dan Bawaslu. Terkait banyaknya kekisruhan yang terjadi. 

Mulai dari aksi pelarangan sosialisasi bacalonkada oleh oknum aparatur (camat-lurah) hingga adanya spanduk gelap yang mencatut logo KPU-Bawaslu, yang makin masif bertebaran di kota setempat.

Komisioner KPU yang hadir dalam RDP: Fery Triatmojo dan Hamami. Sementara dari lembaga pengawas pemilu yang hadir yaitu Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansyah dan Aggotanya Yahnu Wiguno.

Selain KPU-Bawaslu, turut hadir perwakilan dari Polresta dan Kodim Bandarlampung.(**)

Laporan/Editor: Agung Chandra Widi



Leave a Comment